Jayapura, Noken Live.com —Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Luar Negeri Suzan Wanggai mengatakan bahwa, Papua dan Negara tetangga PNG sebagai jalur alternative pintu masuk ekonomi Asia.
“Kita ini sebagai pintu masuk kawasan Pasifik pula sebagai pulau paling terujung di Indonesia bahkan terdepan untuk Pasifik, artinya bahwa kita sebagai pintu ekonomi Asia,”kata Suzan kepada wartawan di Jayapura, Senin, (15/7/2019).
Posisi Papua sangat strategi. Karena, Papua adalah pulau terujung di Indonesia timur dan sebagai pintu masuk pertama dari PNG. Sehingga, hubungan kerja sama perlu diprioritaskan, dalam hal ini jalur darat, laut dan udara agar segala konektifitas dengan Pemerintah Provinsi Papua bisa terjamin pula untuk mempermudah ekspor dan impor kebutuhan kedua Negara.
“Kita bisa melihat bahwa PNG merupakan Negara pertama dari Papua untuk kawasan Pasifik dan Asia. Oleh sebab itu, kita harus mengambil manfaatnya yakni membuka pintu ekonomi untuk Negara kawasan Pasifik,”katanya.
Bukti yang bisa melihat adalah pintu perbatasan sudah terbangun pula dengan inprastruktur yang sangat memadai pula sementara Pemerintah Provinsi Papua tengah berupaya membuka perhubungan laut dengan negara bagian kawasan Pasifik.
“Hubungan jalur darat sudah terbangun dan laut sementara pemerintah Provinsi tengah melakukan pengupayaan hubungan udara. Kami sudah berupaya semua itu, namun menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait hubungan udara PNG dengan Papua. Untuk pemerintah PNG dengan Papua, sebenarnya sudah intens namun menuggu keputusan pemerintah pusat dalam hal ini dari Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan bahwa, hubungan laut dari Merauke ke Dauru, Moresby sudah terbangun namun dari laut utara ke PNG masih belum. Padahal, kawasana ini juga sangat potensial untuk menuju Negara kawasan Pasifik seperti Salomon Island dan Fiji.
“Hubungan Pemprov Papua dengan Negara kawasan Pasifik tentu sudah aman, namun kita menunggu respon Pemerintah Pusat,”jelasnya.
Dirinya mengharapkan segara membuka jalur udara dan laut karena, kedua jalur ini sebagai jalur alternative yang kelak akan dibutuhkan oleh Papua pada khususnya dan Indonesia pada umumnya umumnya.
“Papua dan Negara kawasan Pasifik sebagai pintu ekonomi maka harus buka konektifitas agar semuanya bisa berjalan lancar. Apalagi, tahun 2020 Papua sebagai tuan rumah PON yang pastinya akan membutuhkan Negara-negara kawasan Pasifik,”pungkas Wanggai.
(C.Degei)





Apa komentar anda ?