Jayapura, Nokenlive.com – Untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Papua Tengah.
Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan pemerintah daerah tersebut berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Papua Tengah di Jayapura, Jumat (19/06/2026).
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, raihan WTP menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Intan Jaya setelah selama bertahun-tahun hanya memperoleh kategori disclaimer.
“Pertama saya bersyukur kepada Tuhan. Selama ini Kabupaten Intan Jaya mulai tahun 2009 sampai 2023 masih kategori disclaimer menurut akuntan publik. Dan pada kepemimpinan saya, pertama kali kami bisa mendapatkan opini WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian,” ujar Aner Maisini saat di wawancarai usai mengikuti kegiatan penyerahan penghargaan dari kemendagri.
Ia menjelaskan, meskipun kondisi daerah cukup sulit, seluruh program dan pekerjaan pemerintah daerah tetap dilaksanakan sesuai perencanaan yang ada. Bahkan terhadap pekerjaan yang mengalami keterlambatan, pemerintah melakukan adendum agar seluruh kegiatan dapat diselesaikan secara maksimal.
“Pekerjaan bisa terlaksana 100 persen sesuai perencanaan. Dalam pemeriksaan, BPK juga sudah melakukan pemeriksaan pendahuluan hingga turun langsung ke lapangan untuk melihat pelaksanaan kegiatan,” katanya.
Menurut Aner, keberhasilan meraih WTP tidak lepas dari kerja keras seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melaksanakan program dan menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara baik dan benar.
Ia juga mengingatkan bahwa mempertahankan opini WTP jauh lebih sulit dibanding mendapatkannya untuk pertama kali. Karena itu, dirinya mengajak seluruh kepala dinas dan pimpinan DPRK untuk bersama-sama menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah ke depan.
“Mendapatkan WTP itu mudah, tetapi mempertahankannya yang susah. Karena itu saya ajak semua kepala dinas dan DPRK ke Jayapura untuk menerima LHP bersama-sama, sekaligus membangun komitmen mempertahankan WTP pada tahun berikutnya,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati menyebut kondisi pemerintahan dan perekonomian di Intan Jaya mulai menunjukkan perkembangan positif dalam satu tahun terakhir. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya aktivitas pelayanan pemerintahan dan penambahan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Sekarang sudah ada hampir 2.700 ASN setelah penambahan sekitar 500 pegawai melalui pelaksanaan formasi jabatan. Mudah-mudahan semua ASN aktif bekerja di Intan Jaya sehingga berdampak pada perputaran ekonomi dan kemajuan daerah,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berharap raihan opini WTP ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah di masa mendatang.
(Lisa/Redaksi)





Apa komentar anda ?