JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan harapannya, agar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Papua 2025 menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa mendatang.
Harapan itu disampaikan sebagai komitmen untuk mendorong kualitas demokrasi yang lebih baik di Tanah Papua.
Pelepasan logistik PSU dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk dan Anggota KPU RI, Iffa Rosita di Gudang Logistik KPU Papua, Entrop, Kota Jayapura, Senin (4/8/2025).
Turut hadir Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni dan Ketua KPU Provinsi Papua, Diana Dorthea Simbiak.
Anggota KPU RI, Iffa Rosita, menegaskan bahwa meskipun PSU adalah bagian dari mekanisme demokrasi, harapannya praktik ini tidak perlu terus berulang.
“PSU adalah ruang konstitusional yang disiapkan untuk memastikan pemilu yang adil dan legitimate. Harapan kami, PSU Pilgub Papua ini menjadi yang terakhir. Kita semua tentu ingin demokrasi berjalan lebih berkualitas dan tidak selalu diulang,” ujar Iffa Rosita.
Baca juga: Logistik PSU Pilgub Papua Dilepas Wamendagri dan Anggota KPU RI
Iffa mengingatkan bahwa pengalaman PSU di sejumlah daerah lain, seperti Barito Utara, menjadi pelajaran penting bagi semua pihak dalam menjaga integritas pemilu.
“Di Barito Utara, seluruh TPS harus melakukan PSU, karena putusan Mahkamah Konstitusi. Di Papua, semoga ini menjadi akhir dari rangkaian PSU, khususnya untuk tingkat gubernur,” ungkapnya.
PSU Pilgub Papua dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025, di tiga daerah, salah satunya Kabupaten Boven Digoel. Iffa mengonfirmasi bahwa dirinya akan turun langsung memantau pelaksanaan PSU di wilayah tersebut.
Selain itu, Iffa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung tahapan pemilu, terutama dalam proses distribusi logistik ke wilayah-wilayah terpencil.
“Saya bangga dengan strategi distribusi logistik oleh KPU Papua, yang mendahulukan pengiriman ke wilayah terjauh. Ini menunjukkan kesiapan manajemen pemilu yang matang, apalagi medan Papua sangat menantang,” ucapnya. (Hubertus Gobai/Fredik)





Apa komentar anda ?