JAYAPURA, Nokenlive.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri resmi meluncurkan Program Pace-Mace (Pelajar Cerdas dan Mahasiswa Cerdas) sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Papua yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa.
Peluncuran program yang merupakan janji politik pasangan Matius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen saat Pemilu 2024 itu berlangsung di Aula Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, para rektor perguruan tinggi di Papua, kepala sekolah, serta para pelajar dan mahasiswa yang menjadi calon penerima manfaat program.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan bahwa Program Pace-Mace merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda Papua yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun sejak dini.

“Program ini merupakan bagian dari janji politik kami bersama Wakil Gubernur Papua. Hari ini kami wujudkan melalui peluncuran Program Pace dan Mace, yaitu Pelajar Cerdas dan Mahasiswa Cerdas,” ujarnya.
MDF, sapaan akrab Gubernur Papua, menegaskan bahwa kekayaan terbesar Papua bukan terletak pada hasil tambang, hutan, maupun sumber daya laut yang melimpah, melainkan pada generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan daerah.
“Kekayaan Papua bukan soal hasil tambangnya, hasil hutannya dan hasil lautnya, tetapi sesungguhnya ada di tangan generasi muda sebagai generasi emas di masa mendatang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, nama Pace dan Mace dipilih karena memiliki makna yang dekat dengan kehidupan masyarakat Papua. Selain menjadi simbol persaudaraan, program tersebut juga mencerminkan semangat kebersamaan, penghormatan, dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak Papua.
Salah satu penerima manfaat, Bartholomeus, pelajar dari SMANKOR Jayapura, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di Papua.
Menurutnya, bantuan pendidikan melalui Program Pace akan sangat membantu para pelajar dalam menunjang kebutuhan pendidikan dan mendukung proses belajar mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, khususnya Bapak Gubernur dan Dinas Pendidikan atas bantuan yang diberikan. Program ini sangat membantu kami sebagai pelajar,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Sekolah SMANKOR Jayapura, Dance Nawipa. Ia menilai Program Pace-Mace menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendukung pengembangan pendidikan, khususnya bagi sekolah yang fokus pada pembinaan olahraga.
Menurutnya, bantuan tersebut akan membantu kebutuhan siswa, baik dalam menunjang kegiatan latihan maupun transportasi selama mengikuti berbagai agenda pendidikan dan olahraga.
“Semoga program ini dapat mendukung sekolah kami dalam mewujudkan cita-cita menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pihak perbankan. CEO Bank BNI Regional Wilayah Papua, Himawan Susanto Nugroho, mengatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan Program Pace-Mace dan berharap dapat menjadi bagian dari keberhasilan program tersebut dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Papua.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Madlama, mengungkapkan bahwa pada tahap awal Program Pace-Mace ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 pelajar dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan di Papua.
Ia menjelaskan besaran bantuan yang akan diterima masing-masing peserta masih dalam tahap perhitungan sebelum nantinya disalurkan kepada para penerima manfaat.
“Target awal program ini akan menyasar kurang lebih 1.000 anak dari berbagai jenjang pendidikan. Besaran bantuannya masih dalam proses perhitungan sebelum disalurkan,” jelasnya.
Usai peluncuran program, Gubernur Papua menyerahkan secara simbolis bantuan pendidikan kepada sejumlah pelajar penerima manfaat berupa kartu ATM Bank BNI sebagai sarana penyaluran bantuan pendidikan.
Melalui Program Pace-Mace, Pemerintah Provinsi Papua berharap semakin banyak anak Papua memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, sehingga mampu menjadi generasi unggul yang akan membawa Papua menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?