JAYAPURA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Muara Kali Anafre, Kota Jayapura, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, berhasil mengumpulkan 113 kantong sampah dengan total berat mencapai 2.085 kilogram.
Peringatan tahun ini mengusung tema global “Saatnya Bekerja untuk Iklim” serta tema lokal “Kolaborasi untuk Iklim Menuju Papua Cerah.” Kegiatan diawali dengan apel bersama di Taman Imbi sebelum peserta bergerak menuju Muara Kali Anafre untuk melakukan pembersihan sampah dan sedimentasi yang menumpuk di kawasan tersebut.

Sekda Papua Christian Sohilait mengatakan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama karena manusia hidup dan bergantung pada lingkungan yang sehat.
“Kita hidup di tengah lingkungan, sehingga sudah sepatutnya kita ikut bertanggung jawab menjaga dan memelihara lingkungan di sekitar kita. Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Menurut Sohilait, aksi bersih-bersih yang melibatkan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura itu menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi Muara Kali Anafre yang selama ini dipenuhi sampah dan endapan lumpur.
“Pesan utama dari peringatan ini adalah menjaga lingkungan demi keberlangsungan kehidupan generasi yang akan datang,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DKLH Provinsi Papua, Yaconias Maintindom, menjelaskan bahwa Kali Anafre dipilih sebagai lokasi kegiatan karena berada di pusat Kota Jayapura dan menjadi salah satu wajah ibu kota Provinsi Papua.
“Kondisinya cukup memprihatinkan karena banyak sampah yang menumpuk. Karena itu kami memilih lokasi ini agar menjadi perhatian bersama sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, TNI, Polri, PKK, Dharma Wanita Persatuan, komunitas peduli lingkungan, pelajar hingga masyarakat umum.
Menurut Yaconias, penanganan perubahan iklim membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
Ia mengingatkan bahwa perubahan iklim tidak dapat dihindari, namun dampaknya bisa diminimalkan melalui perubahan perilaku dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Jika kita tidak menjaga lingkungan sejak sekarang, maka kita sedang meninggalkan potensi bencana bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, turut mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia secara virtual bersama pemerintah pusat dan sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Melalui telekonferensi tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa penanganan sampah di Papua masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah serta penguatan Program Kampung Iklim sebagai upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Data DKLH Papua menunjukkan bahwa hingga Mei 2026, volume sampah yang dihasilkan mencapai 539 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 11 ton per hari berhasil dikelola, sementara 290 ton per hari belum tertangani dan sekitar 228 ton masih berada di lingkungan.
Adapun hasil aksi bersih-bersih di Muara Kali Anafre berhasil mengumpulkan 113 kantong sampah yang terdiri dari 1.835 kilogram sampah campuran dan 250 kilogram sampah plastik, dengan total berat mencapai 2.085 kilogram atau lebih dari dua ton.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan Gubernur Papua bersama rombongan ke stan UMKM di Taman Imbi yang menampilkan berbagai kerajinan tangan berbahan dasar daur ulang sampah, sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif sekaligus kampanye pengurangan sampah di Papua.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?