Jayapura, Nokenlive.com — Keajaiban alam Papua merupakan suatu kekayaan termewa yang harus disyukuri oleh masyarakat Papua. Karena Papua sebagai tanah yang kaya akan segala isinya, keindahan alam termasuk pantainya juga merupakan bagian objek pelindung kekayaan tersebut. Untuk itu, perlu dijaga, dikelola, dirawat, dan dijadikan sebagai wadah penggulung laba segabai lawan memiskinan. Pulau yang terindah dikelilingi pantai serta pasirnya yang putih membuat mayoritas pendudukan bangsa lain betah di Papua.
Di Papua pada khususnya di kota dan kabupaten Jayapura memiliki banyak destinasi wisata yang terkemuka, bahkan semuanya selalu menarik perhatian publik. Salah satunya adalah Pantai Pasir Empat.
Pantai pasir empat ini berdekatan dengan pantai pasir dua, namun menuju pantai pasir empat membutuhkan durasi waktu 5-10 menit memakai angkutan laut (perahu) maupun jalan darat.
Namun sayangnya P4 tersebut, dirusak bahkan pepohonan disekitar pantai yang kerapkali menjadi objek pendukung pun ditebang habis. Oleh karena itu, pengunjung merasa kecewa melihat tindakan masyarakat merusak keindahan pantai tersebut.
Salah satu pengunjung Petrus Dudai mengatakan, dirinya merasa sangat kecewa ketika ia melihat tindakan masyarakat merusak keindahan pantai pasir empat .
Padahal, menurutnya, pantai itu merupakan destinasi wisata pilihan masyarakat Jayapura khususnya warga Doc 9, pasir dua, dan Angkasa, dan sekitarnya.
“Saya sangat kecewa dan sakit hati jika saya melihat masyarakat menebang objek pendukung pantai itu. Coba masyarakat jaga baik untuk dijadikan sebagai wisata lokal diujung Jayapura Utara untuk menarik perhatian publik,”kata Petrus di Jayapura, Selasa, (27/5/2020).
Ia menilai, pepohonan yang disekitar pantai yang menjadi objek pendukung memperindah pantai itu pun ditebang habis untuk dijadikan sebagai lahan kebun. Padahal, ia menilai buka lahan disekitar itu sangat tidak serasi.
“Merusak pantai dengan metode semacam ini berdampak akan terjadi kelongsoran. Karena sekitar pantai itu tanahnya berbatuan dan tidak merata sehingga berpotensi melahirkan longsong pada bagian pantai itu,”ujarnya.
Petrus Dudai juga meminta pemerintah untuk harus dipertegas.
“Bagi masyarakat yang merusak alam atau pun pantai dengan tindakan liar itu harus memberikan ultimatum agar sadar,”tegasnya.
Dirinya mengakuh, baru pertama kali ia melihat tindakan anarkis merusak keindahan pantai.
“Selama ini di kota Jayapura maupun di luar kota Jayapura saya tidak pernah melihat kondisi pantainya begitu. Di pantai lain, mereka lebih membuat pantainya menjadi sangat indah dihiasi dengan objek pelengkap lainnya seperti tempat duduk, tanam bunga, dan lainnya,”tandasnya.
Dudai berharap, masyarakat harus sadar dan tidak boleh terulang lagi ditempat yang berbeda.
(Thiand)





Apa komentar anda ?