ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Selasa, September 1, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Masyarakat Adat Asei dorong FDS jadi Destinasi Budaya Sepanjang Tahun

Masyarakat Adat Asei dorong FDS jadi Destinasi Budaya Sepanjang Tahun

Oleh : Nokenlive
31 Agustus 2026
Di Budaya dan Pariwisata
0
Masyarakat Adat Asei dorong FDS jadi Destinasi Budaya Sepanjang Tahun

Keterangan: Tarian Setan Dari Distrik Kaureh, pada Pra Festival Danau Sentani ke-XV, di Khalkote 27/8/2026.(Sumber foto/Michael Molle)

SENTANI, Nokenlive.com – Masyarakat Adat Asei di Kampung Asei, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua mendorong pemerintah setempat untuk memanfaatkan Festival Danau Sentani (FDS) tidak lagi sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi bertransformasi menjadi destinasi budaya yang hidup dan dapat dikunjungi sepanjang tahun.

Dorongan tersebut disampaikan Anak Adat Kampung Asei, dari Suku Ongge, Herlan Ongge, pada Senin (31/8/2026), di Sentani, Ia menilai pelaksanaan FDS selama ini perlu dievaluasi agar anggaran besar yang digunakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurut Herlan, kawasan FDS di Khalkote kerap kembali sepi dan kurang terawat setelah seluruh rangkaian festival berakhir. Kawasan tersebut kemudian kembali dibersihkan menjelang pelaksanaan FDS pada tahun berikutnya.

“Pola seperti ini perlu dievaluasi secara serius. FDS seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya permanen,” kata Herlan.

Ia menilai kawasan Khalkote memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertunjukan budaya, galeri kerajinan, kuliner tradisional, pendidikan budaya, hingga pemasaran produk masyarakat adat Sentani.

Pengelolaan secara konsisten, kata Herlan, juga berpotensi membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura.

Ia juga mengingatkan pengembangan pariwisata budaya tidak boleh menghilangkan nilai, makna, maupun kesakralan tradisi masyarakat adat Sentani hanya demi kepentingan hiburan dan menarik perhatian wisatawan.

Herlan juga meminta budaya Sentani menjadi identitas utama Festival Danau Sentani. Pertunjukan dari luar daerah maupun hiburan modern dinilai tidak boleh mendominasi hingga mengaburkan karakter budaya yang menjadi ruh festival.

Keterangan: Anak Adat Asei – Herlan Ongge (Sumber foto: Dokumentasi/Herlan Ongge)

“Karena festival ini membawa nama Danau Sentani, maka tradisi dan kebudayaan masyarakat Sentani harus menjadi jiwa serta sajian utamanya,” ujarnya.

Herlan mendorong Pemkab Jayapura menyusun konsep pengembangan jangka panjang dengan melibatkan masyarakat adat, ondoafi, seniman, budayawan, pelaku usaha lokal, generasi muda, dan pemilik hak ulayat.

Ia mengusulkan kawasan Khalkote dilengkapi galeri budaya, rumah adat, panggung pertunjukan rutin, pusat informasi wisata, pasar kerajinan, pusat kuliner tradisional, serta ruang pembelajaran budaya Sentani.

Menurutnya, FDS harus menjadi rumah bagi masyarakat adat Sentani dalam merawat warisan leluhur sekaligus menjadi pintu bagi wisatawan untuk mengenal kekayaan budaya Sentani.

“Budaya bukan sekadar tontonan. Budaya adalah identitas, martabat, dan jati diri suatu masyarakat. Karena itu, budaya Sentani harus dirawat oleh pemiliknya, dilindungi pemerintah, serta diwariskan secara utuh kepada generasi berikutnya,” kata Herlan.

(Vanny Janggo/Redaksi)

Tags: Buadaya PapuaFDS 2026festival danau sentaniKampung Aseimasyarakat adat sentaniWisata Danau Sentani
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pemprov Papua Pegunungan Siapkan Penguatan Distribusi BBM, Target Bangun Depot di Wamena, Yahukimo dan Nduga

Berita Selanjutnya

Pemprov Papua Tengah Dorong EPPD Jadi Instrumen Perbaikan Pemerintahan

Berita Terkait

Budaya Mamberamo Raya Didorong Jadi Kekuatan Baru Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Budaya dan Pariwisata

Budaya Mamberamo Raya Didorong Jadi Kekuatan Baru Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tingkatkan Mitigasi, Pengelola Objek Wisata Ikut Pelatihan Keamanan dan Keselamatan
Budaya dan Pariwisata

Tingkatkan Mitigasi, Pengelola Objek Wisata Ikut Pelatihan Keamanan dan Keselamatan

Tingkatkan Kompetensi Pramusaji, 25 Pemuda Port Numbay Ikuti Pembekalan
Budaya dan Pariwisata

Tingkatkan Kompetensi Pramusaji, 25 Pemuda Port Numbay Ikuti Pembekalan

Festival Budaya Lembah Baliem 2026 Terapkan Tiket Online, Permudah Akses Wisatawan Lewat Sistem Digital
Budaya dan Pariwisata

Festival Budaya Lembah Baliem 2026 Terapkan Tiket Online, Permudah Akses Wisatawan Lewat Sistem Digital

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua