JAYAPURA, Nokenlive.com – SMAN 5 Jayapura menggandeng Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua untuk memberikan pembelajaran seni kepada siswa kelas XI selama dua hari, 16–17 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 5 Jayapura tersebut dikemas dalam pembelajaran blok seni dengan materi teori dan praktik. Para siswa diperkenalkan dengan sejumlah bidang seni, mulai dari seni tari, seni musik, seni kriya, seni rupa hingga multimedia.
Kepala SMAN 5 Jayapura, Agustina F. Thesia, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya memahami seni secara teori, tetapi juga mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Agustina saat penutupan kegiatan pembelajaran blok seni bagi siswa kelas XI, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kerja sama dengan ISBI Tanah Papua dilakukan karena hingga saat ini SMAN 5 Jayapura belum memiliki guru khusus mata pelajaran kesenian.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan Tari Ibhea Obhea, yakni tarian kreasi penyambutan yang berasal dari Kampung Doyo Lama, Kabupaten Jayapura.
“Lewat kegiatan ini, sekolah memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kreativitas sekaligus mengenal dan menghargai seni budaya lokal Papua,” ujar Agustina.
Dosen Program Studi Seni Tari, Jurusan Seni Pertunjukan ISBI Tanah Papua, Ida Bagus Gede Surya Pradanta, mengapresiasi kesempatan yang diberikan SMAN 5 Jayapura untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran seni tersebut.
Ia berharap kerja sama serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau siswa dari berbagai angkatan.
“Kami sangat berharap kegiatan ini tak sampai di sini saja, namun dapat berkelanjutan untuk lintas angkatan di sekolah ini,” pintanya.
Menurut Ida Bagus, pembelajaran seni memiliki peran dalam mendorong pelestarian budaya lokal oleh generasi muda sehingga seni dan budaya Papua dapat terus berkembang sebagai bagian dari jati diri dan identitas masyarakat.
Sementara itu, anggota MRP Papua Pokja Adat, Roberth Wanggai, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembelajaran seni selama dua hari yang mencakup seni tari, musik dan kriya memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat budaya lokal Papua.
“Memang tak dipungkiri anak-anak kita saat ini sangat jarang belajar tentang kesenian, terutama budaya lokal di Papua, sehingga lewat kegiatan ini bisa meningkatkan minat, bakat dan talenta para siswa nantinya,” ujarnya.
Ia berharap pembelajaran seni tidak hanya membantu siswa mengembangkan kemampuan nonakademik, tetapi juga menumbuhkan kepedulian untuk melestarikan budaya Papua.
Kegiatan pembelajaran kesenian siswa kelas XI SMAN 5 Jayapura tersebut mengusung tema “Merayakan Pencapaian dan Melestarikan Budaya sebagai Jati Diri dan Tanggung Jawab Bersama.”
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?