Serui, Nokenliive.com –
Belakangan ini pemadaman listrik bergilir yang diberlakukan pihak PLN Serui membuat resah Masyarakat bahkan hal ini menjadi pergunjingan karena dianggap merugikan masyarakat. pasalnya pemadaman yang di lakukan kerap pada malam hari disaat pelanggan melaksanakan aktifitas yang memerlukan energi listrik.
Disisi lain pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo terus menggenjot program Indonesia terang, dimana program ini sudah dilakukan sejak awal periode pertamanya dengan mengupayakan pembangunan pembangkit listrik sebesar 35000 MW.
Ketika hal itu dikonfirmasi ke pihak PLN Serui, WJR Simanjuntak selaku Supervisor transaksi energi listrik didampingi Wahidin Supervisor Pembangkitan kepada wartawan saat di temui di kantor ULP PLN Serui, Selasa (29/10/2019) menyampaikan, bahwa pemadaman bergilir yang dilakukan karena adanya perbaikan atau pemeliharaan engine pembangkit. “Dari sisi pembangkit kita ada pemeliharaan mesin jadi target kita pemadaman mungkin sampai November,” kata Simajuntak.
Sementara itu Supervisor bangian Pembangkitan menerangkan menyebutkan untuk daya kebutuhan listrik di wilayah kabupaten kepulauan Yapen hingga saat ini masih defisit sekitar 400 KW, akibat kekurangan daya tersebut pihak PLN Serui wajib melakukan pemadaman secara bergilir.
“Daya mampu kita sekarang di PLTD Serui 4900 KW sementara untuk beban keseluruhan serui ini, 5350 KW jadi sekitar 300 sampai 400 KW itu kita tidak mampu melayani, akibat kurangnya daya ini kami dilaksanakan lah pemadaman bergilir.” Ungkap Wahidin.
Lebih lanjut Wahidin menyampaikan, bahwa untuk saat ini beberapa mesin sedang dilakukan perawatan dimana perawatan ini untuk mengantisipasi kendala kerusakan mesin seperti bulan Desember tahun lalu.
“ada pemeliharaan satu unit mesin berkapasitas 800 KW ditargetkan untuk dia masuk itu bulan november ini, terus yang satu unit lagi pemeliharaan periodik sekitar 700 KW daya mampunya, tujuan pemeliharaan ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada kendala seperti Desember tahun lalu,”Ucapnya.
“Rencana penambahan satu unit mesin sudah di rencanakan November ini, ada unit baru lagi untuk satu MW atau seribu KW.Sebelumnya rencananya dua unit namun tempatnya tidak memadai.” Pungkasnya Wahidin.
Terkait pemadaman bergilir ini, WJR Simajuntak meminta masyarakat untuk bersabar.”Saya minta masyarakat bersabar kita akan mengupayakan sebisa kita kalau bisa bulan depan kita tidak begini lagi,” Pintanya.
Disebutkan, Jangka Pemadaman dilakukan berdasarkan beban yang ada, besarnya beban yang di konsumsi pelanggan, ketika masih tinggi maka jangka padamnya juga akan semakin lama.
“Jadi untuk sementara ini daerah yang tidak di lalui jalur pemadaman tolong pemakaiannya di kurangi agar jam penormalan itu lebih pendek lagi, kalau yang tidak perlu di padamkan aja kasihan saudara-saudara kita yang pas dapat jalur pemadaman,” Ujar WJR Simajuntak.
(Rich/Itink)





Apa komentar anda ?