Waropen, Nokenlive.com – Pelayaran kapal express Bahari 99 melayani jalur Biak, Waropen, Serui (PP) semakin berkurang, hal ini mengakibatkan pihak PT Belibis selaku perusahaan penyedia alat transportasi laut mulai merasakan dampaknya.
Muh Arif Abidin selaku pimpinan cabang wilayah Biak saat ditemui di ruang kemudi kapal express 88 (13/11) mengatakan, bahwa jumlah penumpang saat ini sangat minim, yang tentu berdampak pada operasional kapal.
Namun, Arif mengungkapkan dengan adanya subsidi yang diberikan pihak Pemda Waropen sangat membantu pelaksanaan operasional kapal.
“Kita sangat terbantu dengan adanya subsidi dari Pemda waropen, jadi sebagian besar warga waropen masih lebih memilih menggunakan kapal cepat kita,” kata Arif.
Dijelaskan, untuk penumpang dari Serui ke arah Biak saat ini sudah banyak berkurang, begitu juga sebaliknya dari Biak ke Serui. Bahkan pernah armadanya hanya mengangkut penumpang sebanyak 29 orang saja.
“Penumpang dari serui ke biak banyak berkurang, begitu juga dari biak Pernah kita bawa hanya 29 penumpang,” imbuh Arif.
Padahal untuk operasional pelayaran disebutkan memerlukan anggaran yang besar dimana sekali beroperasi dari sarui ke waropen hingga biak harus menghabiskan 6 sampai 7 ton bahan bakar minyak (BBM)
“Kapal expres sendiri memiliki full set penumpang sebanyak 256 kursi. Dengan jumlah demikian penumpang hanya bisa didapat pada bulan Desember, sedangkan pada bulan bulan berikutnya hanya mengangkut penumpang secukupnya,” ungkapnya.
Untuk menutupi kekurangan operasional arif mengaku mendapat subsidi silang oleh perusahaan Pelnas PT. Belibis Putra dan Belibis Papua Mandiri.
“Perusahaan kami ada beberapa cabang jadi kita subsidi silang ketika cabang ini rugi di subsidi dari cabang lain, kalau kita hanya satu saja mungkin tidak bisa lagi jalan,” pungkasnya.
Menggunakan kapal cepat expres dapat dijadikan pilihan utama untuk pelayaran, dimana kapal tersebut memiliki tingkat kenyamanan dan keamanan yang cukup bangus, ditambah tingkat keselamatan sangat mendukung dari sisi perangkat kapal.
“Sebagai kapal cepat kita mengedapankan kenyamanan penumpang dan keamanan penumpang,” ucap Eko selaku kapten kapal ekpress 99.
Eko yang sudah menakhodai kapal cepat selama 6 tahun ini menerangkan bahwa perangkat yang digunakan kapalnya sudah berstandar internasional.
“kita sudah memiliki tiga sertifikasi yaitu pengawak sesuai standar internasional, setiap awak kapal memiliki sertifikat dari perhubungan laut Indonesia, kita juga memiliki kelengkapan dokumen kapal, standard navigasi kapal seperti Radar, GPS, Navtek, Ais yang peruntukannya untuk mendeteksi kapal di sekitar kita. Kapal ini sendiri sudah memiliki itu.
Adalagi radio, Radio merin untuk komunikasi antar kapal (FWF), radio jarak jauh (SSB) yang menghubungkan antara kapal jarak jauh kurang lebih 200 mil pancarannya,” tambah Eko.
(rich/itink)





Apa komentar anda ?