Jayapura, Nokenlive.com – Kontingen Papua akhirnya finis peringkat tiga besar se-Indonesia pada ajang disabilitas Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX/2019 di Jakarta, sejak dipertandingkan 10 – 12 November 2019.
Pencapaian peringkat ketiga Papua diraih, setelah berhasil memperoleh total 26 medali terdiri dari 11 medali emas, 8 medali perak, dan 7 medali perunggu.
Dari 6 cabor yang diikuti yakni Boccia, Atletik, Renang, Bulutangkis, Catur, dan Tenis Meja. Total 25 medali ini didapatkan terbanyak dari cabor renang selama tiga hari bertanding di kolam renang, kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, para perenang Papua berhasil kumpulkan sebanyak 7 emas, 7 perak dan 4 perunggu, bahkan hasil tersebut menjadikan Papua di daulat sebagai Juara Umum cabor renang Peparpenas 2019.
“Total 18 medali yang kita raih dan keluar sebagai juara umum di cabang olahraga renang. Ini bukti kami perenang Papua mampu berprestasi bagi Papua yang masih kurang diperhatikan,” kata pelatih renang Papua di Peparpenas Johan Karubaba.
Sedangkan dicabor Atletik, Papua mendapatkan 4 emas, dan 1 perunggu. Kemudian atlet Nauval Zulvicar Latief kelas BC1 yang turun dicabor Boccia menyumbangkan 1 medali perunggu. Termasuk 1 medali perunggu lainnya datang dari Cabor Tenis Meja disumbangkan Gerhard Agustanto Kapasiang, Tunggal Putra Klasifikasi TT10. Namun di dua cabor Catur dan Bulutangkis yang menurunkan masing-masing 1 atlet belum mendapatkan medali.
“Bersyukur kami penuhi target di Atletik, mereka ini pasti bisa terus berprestasi dan jadi asset bagi Papua kedepannya dan harus di jaga anak-anak kita ini,” kata Pelatih Atletik Pilipus. Pamanggori.
Kontingen Papua diperingkat ketiga, sedangkan juara umum pada Peperpenas 2019 Jawa Timur dengan raihan 20 emas, 2 perak dan 1 perunggu, disusul kedua Jawa Tengah dengan raihan 13 emas, 10 perak dan 3 perunggu.
Ini merupakan pencapaian luar biasa di luar target sebelumnya di Solo, Jawa Tengah maupun harapan pemerintah Papua yang sebelumnya bisa mempertahankan di posisi lima besar. Apalagi atlet berkebutuhan khusus ini mampu menunjukan kualitasnya sebagai asset Papua dalam mempersiapkan atlet jelang Peparnas 2020 di Papua.
“Raihan medali yang diperoleh atlet disabilitas Papua ini luar biasa, padahal target kita hanya masuk lima besar. Tentu kita bangga sekali, mereka (atlet) peraih medali akan kita persiapkan untuk ajang Peparnas tahun 2020 mendatang. Terima kasih para pelatih dan Disorda Papua yang sudah bekerja keras dampingi para atlet, hasil ini para atlet difabel untuk tidak cepat puas, namun terus berlatih persiapan Peparnas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Alex Kapisa patut disyukuri bisa finis diposisi ketiga dari target 5 besar. Sehingga diharapkan prestasi ini bisa berlanjut di Peparnas tahun 2020. “Harapan kami atlet difabel Papua bisa kembali menorehkan prestasi yang sama di ajang Peparnas tahun depan,” harapnya.
(Yod)





Apa komentar anda ?