JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, Yayasan Colo Sagu Nusantara (CSN) Jayapura, Papua menggelar kegiatan “Bincang Sagu” bertema Kebangkitan Pangan Lokal di pelataran Taman Imbi Jayapura, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Papua, Wali Kota Jayapura, Kapolresta Jayapura, tokoh adat, tokoh pemuda, komunitas pecinta alam, akademisi, pengusaha, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Ketua Panitia Penyelenggara, Michael Jhon Yarisetouw, mengatakan kegiatan bincang sagu ini menjadi momentum penting untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional melalui upaya menjaga dan melestarikan sagu sebagai warisan budaya masyarakat Papua.
“Kegiatan bincang sagu ini dalam rangka memaknai Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026. Sekaligus sebagai momentum untuk mengajak semua pihak mengambil langkah nyata berupa gerakan menjaga sagu sebagai warisan budaya Tanah Papua,” ujar Michael Jhon Yarisetouw.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Yayasan Colo Sagu Nusantara akan kembali menggelar event Festival Colo Sagu (FCS) ke-III Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang.
“Dalam waktu dekat Yayasan Colo Sagu Nusantara atau CSN Jayapura Papua akan menyelenggarakan event berupa FCS ke-III tahun 2026 yang akan digelar pada bulan Juni mendatang,” katanya.
Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, Kapolresta Jayapura, Universitas Cenderawasih (Uncen), Kementerian Hukum dan HAM, serta sejumlah elemen lainnya.
Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, yang hadir sebagai tamu undangan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan bincang sagu tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan ruang edukasi sekaligus pengingat pentingnya menjaga keberadaan sagu sebagai identitas dan sumber kehidupan masyarakat Papua.
“Saya ucapkan terima kasih untuk Kapolresta dan Yayasan Colo Sagu Nusantara atas kegiatan bincang-bincang hari ini. Kegiatan ini memberikan wawasan dan ruang bagi kita semua, termasuk pemerintah, untuk melihat kembali bahwa sagu ini harus kita selamatkan,” ungkap Abisai Rollo.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah wilayah di Kota Jayapura yang memiliki dusun sagu dan perlu terus dijaga keberlangsungannya, seperti di Yoka, Skouw Tiga Kampung, dan Nafri.
“Di seluruh Tanah Papua, terlebih di wilayah Kota Jayapura ini, ada titik-titik tertentu misalnya di Yoka, kemudian di Skouw Tiga Kampung, Nafri, itu masih bisa kita selamatkan dusun sagunya yang ada di kampung masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat di wilayah Skouw hingga kini tetap mempertahankan keberadaan dusun sagu sebagai bagian dari kehidupan masyarakat adat.
“Seperti kita di Skouw itu semua dusun sagu masih tetap ada sagu dan itu kita pertahankan,” katanya.
Abisai juga memastikan Pemerintah Kota Jayapura akan mendukung kegiatan serupa pada masa mendatang guna terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya sagu sebagai komoditas pangan lokal.
“Pemerintah daerah akan mendukung supaya kegiatan ini dibuat untuk mengingatkan bahwa komoditas sagu itu sangat penting dan sagu itu adalah hidup bagi kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong sagu tidak hanya sebagai pangan lokal, tetapi juga menjadi pangan nasional.

“Kalau bisa menjadi pangan nasional. Jadi sagu kita akan dorong, kita membuat dusun-dusun sagu yang lebih baik, lebih besar, kita tanam kembali. Supaya kalau kita mau bilang sagu jadi pangan lokal atau pangan nasional, maka harus kita siapkan lahan-lahan untuk menanam sagu,” tutupnya.
Kegiatan bincang sagu tersebut juga menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan Taman Imbi Jayapura. Panitia turut menyediakan stan pembuatan sagu bakar lengkap dengan teh hangat dan kopi panas bagi peserta yang hadir.
( Melviandres Pamanggori – Redaksi DA )





Apa komentar anda ?