YALIMO, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Yalimo terus memperkuat perekonomian masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan usaha, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada pihak lain.
Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan program bantuan dan pengembangan usaha bagi masyarakat asli Papua yang bergerak di berbagai sektor usaha. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Kami dari pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk berusaha dan membangun kemandirian ekonomi. Jangan terus bergantung kepada orang lain. Kita harus memiliki usaha sendiri sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nahor Nekwek.
Menurutnya, pada tahun anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Yalimo telah menyiapkan dana sekitar Rp7 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan usaha masyarakat. Program tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan yang telah dijalankan pemerintah daerah pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun lalu pemerintah juga telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada masyarakat dengan nilai yang cukup besar. Program tersebut akan terus dilanjutkan selama memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Sampai saya menjabat sebagai bupati, program ini akan terus kami jalankan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dan mampu membangun usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan begitu saja, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap usaha-usaha yang telah menerima dukungan anggaran. Evaluasi dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha dan memberikan hasil yang nyata bagi penerimanya.
“Kami akan turun langsung melihat perkembangan usaha masyarakat yang telah menerima bantuan. Jika usaha mereka berkembang dan menunjukkan hasil yang baik, tentu akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk memberikan dukungan tambahan pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Sebaliknya, bagi penerima bantuan yang tidak menjalankan usaha sesuai tujuan program, pemerintah akan melakukan evaluasi dan mengalihkan kesempatan tersebut kepada masyarakat lain yang lebih siap dan serius mengembangkan usaha.
“Yang benar-benar bekerja dan mengembangkan usahanya akan terus kami dorong. Tetapi yang tidak menjalankan usahanya dengan baik tentu akan kami evaluasi. Kesempatan itu bisa diberikan kepada masyarakat lain yang memiliki semangat untuk berusaha,” tegas Nahor.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam membangun fondasi ekonomi lokal yang kuat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki usaha produktif, diharapkan perputaran ekonomi di Kabupaten Yalimo dapat meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain program bantuan usaha, Pemerintah Kabupaten Yalimo juga menjalankan program penyediaan barang kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Program tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar pada umumnya.
Menurut Bupati, pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi barang dari daerah pemasok menuju Yalimo agar masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih murah.
“Kami mendatangkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Masyarakat bisa datang berbelanja di tempat yang telah disiapkan pemerintah sehingga mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Program subsidi tersebut juga diharapkan mampu menekan tingginya biaya hidup masyarakat yang selama ini dipengaruhi oleh mahalnya biaya transportasi dan distribusi barang ke wilayah pegunungan Papua.
Meski demikian, Nahor mengakui bahwa pemerintah masih perlu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program ekonomi yang telah berjalan. Menurutnya, perputaran uang di Kabupaten Yalimo sudah mulai meningkat, namun hasil yang diperoleh belum sepenuhnya sesuai dengan target dan harapan pemerintah daerah.
“Kami melihat aktivitas ekonomi sudah mulai bergerak dan perputaran uang ada di Yalimo. Tetapi kami ingin memastikan bahwa manfaat ekonomi tersebut benar-benar dirasakan masyarakat lokal. Karena itu seluruh program akan kami evaluasi agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Ia berharap berbagai program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah dapat menjadi pendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha lokal yang mandiri, produktif, dan mampu bersaing. Dengan demikian, pembangunan ekonomi di Kabupaten Yalimo tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga didukung oleh partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan sektor usaha dan ekonomi kerakyatan.
“Tujuan utama kami adalah membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Jika masyarakat memiliki usaha dan mampu mengelolanya dengan baik, maka kesejahteraan akan meningkat dan pembangunan daerah juga akan berjalan lebih cepat,” tutup Bupati Yalimo.
(Menas/Redaksi)





Apa komentar anda ?