Serui, Nokenlive.com – Kekerasan terhadap wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan terjadi kembali , kali ini kekerasan terhadap jurnalis menimpa dua wartawan yaitu wartawan hpponline.co.id dan Kontributor Pasific Pos yang bertugas di Waropen saat meliput aksi demo ASN yang menuntut pembayaran TPB ( Tunjangan Penghasilan Bersyarat) bahkan dari kejadian tersebut salah satu wartawan mendapat bogem dari oknum ASN.
Kepada wartawan media ini Agus yang merupakan wartawan hpponline.co.id dalam pesan WhatsApp nya menuturkan Sejumlah oknum massa pendemo yang merupakan ASN dilingkungan Pemkab Waropen melakukan tindakan anarkis kepada pers yang melakukan tugas peliputan di Halaman Kantor Bupati Waropen, Senin (7/10) kemarin.
“Aksi ini bermula saat kami melakukan tugas peliputan ASN yang melakukan orasi di halaman kantor bupati, menuntut agar Tunjangan Penghasilan Bersyarat (TPB) untuk segera dibayarkan. Awalnya mereka melarang kami untuk meliput, dan segera keluar dari halaman kantor bupati, sementara diluar itu berbagai suara penghasut mulai berteriak, dan beberapa dari mereka juga ada yang mulai mendorong dan menyerang secara langsung. Beruntung beberapa pegawai lainnya sempat melerai. Namun kami masih terus dikejar dan digiring keluar lapangan apel” jelas Agus Parinding.
Lanjut Agus mengatakan Sebelum berhasil keluar dari kerumunan dan mengamankan diri ke kantor Koramil, satu bogem mentah mendarat mulus ke wajah jurnalis yang diusir ramai-ramai oleh oknum ASN yang orasi saat itu.
Massa akhirnya bubar setelah sekda mengumbar janji untuk diberikan waktu 3 hari untuk menjawab tuntutan para pegawai terkait TPB tersebut
Atas kejadian yang menimpa rekan wartawan Ismail, Kontributor Pasific Pos inipun membuat laporan resmi ke pihak Kepolisian Resor Waropen untuk meminta pertanggungjawaban dari oknum pelaku kekerasan tersebut, Pasalnya akibat bogem mentah oknum ASN yang telah diketahui identitasnya ini korban sempat merasa pusing.
Kapolres Waropen AKBP Supraptono yang dihubungi wartawan melalui Handphone seluluer mengaku telah menerima laporan terkait kejadian ini , Dia mengatakan pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap oknum ASN yang melakukan kekerasan terhadap wartawan tersebut.
“ laporan sudah kita terima dan akan diproses tetapi langkah awal kita pertemukan dulu kalau bisa dimediasi kita mediasi dulu namun laporan polisi tetap kita buatkan kita nggak mau ada wartawan yang diganggu karena diakan mejalankan tugas apalagi wartawan dilindungi oleh undang-undang “ ucap Kapolres Supraptono.
Informasi yang diterima setelah dilakukan mediasi oleh Kapolres Waropen AKBP Supraptono, Kedua belah pihak bersepakat untuk damai dan pelaku oknum ASN meminta maaf dan berdalih bahwa pemukulan yang dilakukan disebabkan karena wartawan tersebut tidak memakai tanda pengenal atau id card.
“ intinya kenapa tadi mail dapat pukul karena dia lupa pakai id card yang kedua dia dikirain penyusup “ ujar Agus ketika dihubungi via telepon selulernya.
(itink)





Apa komentar anda ?