JAYAPURA, Nokenlive.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol meminta seluruh pihak mengedepankan kepentingan masyarakat sipil di tengah situasi keamanan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua Pegunungan. Ia juga berharap akses penerbangan ke daerah-daerah pedalaman yang sempat terganggu dapat kembali dibuka agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ones Pahabol saat menanggapi kondisi masyarakat di wilayah pegunungan yang sangat bergantung pada transportasi udara untuk memperoleh kebutuhan pokok. Menurut Wagub OP, keberadaan pemerintah harus selalu berpihak kepada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Negeri ini ada karena masyarakat, dan karena masyarakat itu ada pemimpin. Pemimpin hadir untuk melayani rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak distrik di Papua Pegunungan hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara. Pesawat menjadi satu-satunya jalur distribusi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan garam.
Karena itu, penerbangan ke wilayah pedalaman dapat kembali berjalan agar masyarakat tidak semakin terbebani.
“Kalau penerbangan dihentikan, masyarakat di daerah paling jauh akan menjadi bagaimana? Mereka hanya mengandalkan satu-satunya penerbangan untuk membawa kebutuhan pokok,” katanya.
Wagub OP juga menegaskan bahwa persoalan kemanusiaan harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh menambah penderitaan masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Mantan Bupati Yahukimo itu mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan situasi keamanan di Papua untuk menahan diri dan lebih mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.
Menurutnya, semua pihak memiliki tanggung jawab moral untuk mengurangi kekerasan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kita harus lebih menjunjung tinggi keselamatan masyarakat sipil. Itu yang paling utama,” tegasnya.
Ia juga berharap setiap pihak dapat mempertimbangkan setiap tindakan dengan hati nurani agar situasi keamanan tidak semakin memburuk.
Ones Pahabol menegaskan bahwa dirinya menyampaikan pernyataan tersebut murni sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Papua Pegunungan.
Ia mengaku berada di posisi netral dan hanya ingin menyuarakan kepentingan warga yang terdampak langsung oleh situasi yang terjadi.
“Saya berada di tengah-tengah, tidak memihak kepada siapa pun. Yang saya pikirkan adalah masyarakat sipil yang hidup di daerah pegunungan,” Tuturnya
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi perlu diselesaikan melalui dialog dan upaya perbaikan, bukan dengan memperpanjang konflik yang justru semakin menyulitkan masyarakat. ( Redaksi )





Apa komentar anda ?