Jayapura, Nokenlive.com – Kampung Tobati, Kota Jayapura, kini menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) dan siswa SMK Negeri 3 Jayapura. Kehadiran para peserta praktik tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah kampung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM).
Pelaksana Tugas Kepala Kampung Tobati, David Meraudje, mengatakan Kampung Tobati menerima dua siswa SMK Negeri 3 Jayapura dari Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama empat bulan.
“Selama berada di Kampung Tobati, mereka akan membantu pemerintah kampung, terutama dalam mendukung administrasi dan kebutuhan teknologi informasi,” ujar David. Usai menerima Siswa SMK 3 Jayapura di Kantor Kampung Tobati. Jumat (26/6/2026)
Selain itu, Kampung Tobati juga menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bagi sembilan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih. Para mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat selama satu bulan untuk melakukan pendampingan terhadap pengelolaan BUMKAM.

Menurut David, mahasiswa akan memetakan dan mengidentifikasi berbagai potensi unggulan kampung yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif melalui BUMKAM.
“Mereka akan mengkaji potensi apa saja yang layak dikembangkan sehingga BUMKAM ke depan mampu menjadi sumber pendapatan asli kampung,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini BUMKAM telah memperoleh penyertaan modal dari pemerintah kampung. Usaha yang telah dijalankan antara lain pengelolaan spot pemancingan dan pemberian modal usaha kepada para pedagang di Kampung Tobati.
Namun demikian, pemerintah kampung berharap pengelolaan BUMKAM dapat semakin profesional sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
“Kami berharap melalui pendampingan dari mahasiswa, pengelolaan BUMKAM menjadi lebih maksimal, lebih terarah, dan benar-benar menghasilkan pendapatan bagi kampung,” ungkapnya.
David menambahkan, Pemerintah Kampung Tobati juga masih membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk melengkapi sejumlah data penting, mulai dari profil kampung, data kependudukan, potensi ekonomi, fasilitas kesehatan dan pendidikan, hingga data pelajar, mahasiswa, dan tenaga kerja.
Menurutnya, kolaborasi dengan mahasiswa Uncen dan siswa SMK Negeri 3 menjadi langkah strategis untuk membantu pemerintah kampung memperbaiki sistem pendataan sekaligus menyusun arah pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua pihak. Semoga kolaborasi ini mampu memperkuat kapasitas pemerintah kampung sekaligus mendorong BUMKAM menjadi badan usaha yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Tobati,” tutup David.
(Menas/Redaksi)





Apa komentar anda ?