ILAGA/KABUPATEN PUNCAK,NOKENLIVE.COM – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Puncak, Ilaga. Sabtu (24/1/2026).
Kedatangan keduanya di bandara Aminggaru ilaga langsung disambut Bupati Puncak Elvis Tabuni, SE., MM, Sekda Puncak Nenu Tabuni, Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, jajaran kepala OPD, serta unsur Forkopimda.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka bertemu langsung dengan para pelajar peserta Festival Budaya Pelajar sekaligus menyerahkan bantuan pendidikan berupa 25 unit laptop kepada siswa dan guru pendamping. Setiap penerima mendapatkan satu unit laptop sebagai sarana pendukung pembelajaran.
Dalam arahannya kepada para pelajar, Gubernur Meki Nawipa menekankan pentingnya pendidikan dan pelestarian budaya Papua sebagai jati diri yang harus dijaga. Ia mengajak generasi muda Papua untuk tetap bangga terhadap identitas dan budaya sendiri di tengah perkembangan zaman.

“Sebagai orang Papua, kita harus bangga dengan budaya kita. Kalung, topi cendrawasih, cali, hingga koteka adalah identitas kita. Di luar sana, budaya seperti ini sudah tidak ada,” ujar Meki Nawipa.
Gubernur menjelaskan bahwa pemberian laptop merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan generasi muda Papua Tengah. Menurutnya, perangkat tersebut bukan sekadar alat belajar, tetapi simbol kepercayaan dan investasi masa depan.
“Laptop ini saya titipkan sebagai bekal untuk masa depan kalian. Ini adalah otak dan jalan menuju kepemimpinan. Pemimpin itu harus punya integritas dan menepati janji,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Meki Nawipa juga memastikan keberlanjutan program beasiswa bagi anak-anak Papua Tengah. Ia menyebutkan bahwa pemerintah akan terus memperjuangkan sekitar 2.714 beasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta menyiapkan tambahan beasiswa dari pemerintah provinsi dan kabupaten.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berencana menyiapkan beasiswa khusus bagi 100 anak Papua Tengah untuk menempuh pendidikan kedokteran selama lima tahun. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi dan latar belakang keluarga bukan alasan untuk berhenti sekolah.
“Tidak perlu takut. Walaupun orang tua petani atau dari kampung, pemerintah ada, negara ada, dan Tuhan juga ada,” katanya.
Gubernur juga memberikan pesan khusus kepada para siswi agar menjaga harga diri, integritas, dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Ia mendorong kaum perempuan Papua untuk berani bermimpi dan mengejar pendidikan setinggi-tingginya.
Dalam bidang pembangunan, Meki Nawipa menyampaikan rencana pembangunan asrama termegah di Ilaga pada tahun 2026, serta pembangunan fasilitas pendidikan lainnya. Untuk sementara, pemerintah akan menyiapkan sekolah darurat menggunakan tenda agar proses belajar mengajar tetap berjalan.
Ia turut mengapresiasi peran TNI/Polri dan pemerintah daerah dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Ilaga. Menurutnya, keamanan merupakan syarat utama pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kalau daerah aman, pembangunan bisa jalan. Sekarang Ilaga sudah aman, dan kita semua bergerak menuju Papua Tengah yang lebih baik,” ujarnya.
Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh pelajar di Kabupaten Puncak untuk terus bersekolah dan memanfaatkan kebijakan pendidikan gratis yang mulai diterapkan secara bertahap pada jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Sekolah dulu, kuliah, lalu kembali bangun daerah ini. Yang selama ini tidak baik, kita ubah menjadi baik,” pungkasnya.(Lisa/LN)







Apa komentar anda ?