JAYAPURA, Nokenlive.com – Persekutuan Ibu-Ibu SARA GKI di Tanah Papua merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Emas ke-50 dengan penuh sukacita melalui ibadah syukur yang digelar oleh Badan Pekerja Klasis GKI Port Numbay, Jayapura, Tahun 2026.
Perayaan yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan kaum perempuan GKI ini diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Since Loupatty Latuputty. Dalam khotbah yang diangkat dari Matius 5:14-16, ia mengajak para anggota Persekutuan Ibu SARA, khususnya istri-istri pendeta dan ibu pendeta di Klasis GKI Port Numbay, untuk terus melayani Tuhan dengan setia dan rendah hati.
Menurutnya, Persekutuan Ibu SARA dipanggil menjadi “terang dunia” yang memancarkan kasih Kristus, dimulai dari keluarga, kemudian lingkungan sekitar, hingga kehidupan persekutuan gereja.
“Ibu SARA harus menjadi terang yang bercahaya di tengah keluarga terlebih dahulu, lalu membawa dampak positif bagi lingkungan dan gereja. Persekutuan ini dipanggil untuk menghadirkan terang Tuhan di tengah dunia yang masih dipenuhi berbagai tantangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Persekutuan Ibu SARA Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Yohana Wutoy Halatu, Magister Ministry, mengatakan bahwa perayaan HUT ke-50 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pelayanan bagi seluruh anggota Persekutuan Ibu SARA.
Perayaan tahun ini mengusung tema “Kasih Allah Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan” dengan subtema “Melalui Perayaan HUT ke-50 Persekutuan Ibu SARA Digerakkan Kasih Kristus, Melayani dengan Kepedulian dan Membangun Kemandirian.”
Ia mengingatkan para anggota untuk tetap menjaga kedekatan dengan Tuhan di tengah berbagai aktivitas pelayanan serta mempertahankan persaudaraan dalam persekutuan.
“Jangan karena kesibukan kita menjadi jauh dari Tuhan. Jangan karena jabatan membuat kita rendah hati atau merusak persaudaraan. Tetaplah menghidupi firman Tuhan sebagaimana tertulis dalam Galatia 6:2, yakni saling menolong menanggung beban satu sama lain,” pesannya.
Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Andris Welfianus Tjoe, M.Th., turut memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Persekutuan Ibu SARA yang telah memasuki usia setengah abad.
Menurutnya, usia 50 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata penyertaan dan kesetiaan Tuhan dalam memelihara pelayanan kaum perempuan di lingkungan gereja.

“Perempuan bukan hanya penerima pelayanan, tetapi juga pelaku utama dalam misi Allah. Melalui kasih, keteladanan, dan pengabdian yang diberikan, para ibu telah menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat,” katanya.
Ia berharap Persekutuan Ibu SARA terus menjadi kekuatan yang menopang keluarga, memperkuat pelayanan gereja, sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
Perayaan syukur HUT Emas ke-50 Persekutuan Ibu SARA GKI di Tanah Papua turut dihadiri para pendeta di lingkungan Klasis GKI Port Numbay, mantan Ketua Klasis, serta staf pegawai Klasis GKI Port Numbay.
Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun yang dilakukan oleh istri Ketua Klasis GKI Port Numbay bersama Ketua Klasis dan Wakil Ketua II Persekutuan Ibu SARA Sinode GKI di Tanah Papua sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan pelayanan selama 50 tahun.
Momentum HUT Emas ini diharapkan semakin memperkuat semangat pelayanan, kebersamaan, dan peran strategis perempuan GKI dalam mewujudkan gereja yang mandiri, peduli, dan membawa damai bagi Tanah Papua.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?