JAYAPURA, nokenlive.com — Neeltje Deliana Insowi Werimon, siswi kelas XI SMA Negeri 8 Jayapura, kembali ke Kota Jayapura setelah sukses menjalankan tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2026.
Gadis berusia 16 tahun itu mendapat kepercayaan sebagai pembawa baki bendera Merah Putih dalam upacara kenegaraan tersebut. Keberhasilan menjalankan tugas itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Neeltje, keluarga, sekolah, serta masyarakat Papua dan Kota Jayapura.
Neeltje mengaku sebelumnya tidak pernah berniat untuk terlibat sebagai anggota Paskibraka. Namun, dukungan dari pihak sekolah, orang tua, dan teman-temannya membuat ia memberanikan diri mengikuti proses seleksi Paskibraka tingkat Kota Jayapura.
Setelah dinyatakan lolos di tingkat kota, Neeltje kemudian mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Papua hingga akhirnya mendapat kesempatan mengikuti seleksi tingkat nasional. Dari proses tersebut, ia terpilih menjadi bagian dari pasukan yang bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara.
“Awalnya saya merasa gugup, tetapi saya juga sangat senang karena dapat menjalankan tugas dengan baik. Semua ini berkat campur tangan Tuhan sehingga seluruh proses dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Neeltje.
Bagi Neeltje, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menjalankan tugas negara, ia juga merasa bangga dapat membawa nama Papua, Kota Jayapura, dan sekolahnya ke tingkat nasional.
Di balik keberhasilan Neeltje, terdapat dukungan kuat dari keluarga, khususnya sang ibu, Stevi Awom. Ia menilai keberhasilan yang diraih putrinya merupakan bagian dari rencana Tuhan.

Stevi mengatakan, prestasi yang ditorehkan Neeltje tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi momentum bagi SMA Negeri 8 Jayapura untuk semakin dikenal masyarakat.
“Ini semua karena rencana Tuhan bagi anak terkasih kami. Tetapi ini juga menjadi kesempatan bagi sekolahnya, SMA 8 Jayapura, yang ibaratnya masih balita, untuk diperkenalkan kepada masyarakat Kota Jayapura melalui prestasi yang ditorehkan Neeltje di bidang Paskibraka,” kata Stevi.
Menurutnya, keberhasilan Neeltje menjadi bukti bahwa siswa dari sekolah yang relatif baru berdiri pun mampu berprestasi dan bersaing hingga tingkat nasional apabila mendapatkan dukungan dan kesempatan yang baik.
Hal senada disampaikan Kepala SMA Negeri 8 Jayapura, Jeane Maramis. Ia memberikan apresiasi atas keberhasilan Neeltje yang dinilai telah membawa nama baik Provinsi Papua, Kota Jayapura, dan secara khusus SMA Negeri 8 Jayapura di tingkat nasional.
Setibanya di Jayapura, Neeltje diterima oleh Pemerintah Kota Jayapura pada Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mendapat apresiasi dari Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.
Abisai Rollo menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Neeltje yang telah menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional, khususnya sebagai pembawa baki bendera Merah Putih pada upacara di Istana Negara.
Menurutnya, keberhasilan Neeltje merupakan prestasi yang membanggakan karena turut mengangkat nama Papua dan Kota Jayapura di tingkat nasional.
“Anak Neeltje Werimon telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Begitu juga dengan rekan-rekan lainnya yang telah menjalankan tugas dengan baik. Ini merupakan prestasi yang patut kita apresiasi,” ujar Abisai.
Ia menambahkan, prestasi Neeltje juga menjadi kesempatan bagi SMA Negeri 8 Jayapura yang baru berdiri pada 2025 untuk semakin dikenal masyarakat luas melalui capaian positif para siswanya.
Keberhasilan Neeltje diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kota Jayapura untuk berani mengikuti berbagai kesempatan, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama daerah dan sekolah melalui prestasi.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?