JAYAPURA, Nokenlive.com – Polresta Jayapura Kota mengimbau para pencinta sepak bola dan suporter Piala Dunia untuk menyalurkan euforia dukungan mereka melalui kegiatan yang lebih positif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat dibandingkan melakukan konvoi di jalan raya.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap gelaran Piala Dunia merupakan hal yang wajar. Namun, euforia tersebut harus tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan, dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami berharap para suporter dapat menikmati pertandingan dengan cara yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Keselamatan harus menjadi prioritas, termasuk penggunaan helm dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas,” ujar Kapolresta di Jayapura, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, konvoi kendaraan yang melibatkan banyak massa berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum, bahkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas jika tidak dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab.
Sebagai alternatif, Kapolresta mendorong para penggemar sepak bola untuk menggelar kegiatan yang lebih kreatif dan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat, seperti nonton bareng (nobar), diskusi olahraga, hingga berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal.
“Bisa dibuat nobar atau diskusi yang melibatkan UMKM dan mama-mama Papua untuk berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Selain menikmati pertandingan, kegiatan seperti ini juga dapat membantu menggerakkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar euforia Piala Dunia dikemas dengan sentuhan budaya lokal melalui berbagai lomba dan aktivitas komunitas yang mampu mempererat kebersamaan antarpendukung sepak bola.
Untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, Polresta Jayapura Kota akan terus membangun komunikasi dengan para ketua komunitas suporter agar bersama-sama mengedepankan budaya tertib berlalu lintas.
“Kami akan terus berkoordinasi dan menyampaikan imbauan kepada komunitas fans. Jangan sampai kesenangan yang dirasakan sebagian orang justru mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat lainnya,” tegasnya.
Terkait kemungkinan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas saat euforia Piala Dunia, Kapolresta menegaskan bahwa saat ini pihak kepolisian masih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Meski demikian, masyarakat diharapkan menunjukkan kedewasaan dalam berekspresi serta mematuhi aturan yang berlaku.
“Saat ini kami masih fokus pada imbauan. Namun, masyarakat harus memiliki tanggung jawab moral saat berada di jalan raya. Euforia boleh saja, tetapi keselamatan dan ketertiban tetap harus menjadi yang utama,” pungkasnya.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?