JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Sejumlah organisasi dan ratus mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua menggelar aksi demonstrasi di Polda Papua, Senin (1/9/2025).
Ketua umum GMNI cabang Jayapura, Lukas Hay menyampaikan bahwa dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pihaknya dari Gerakan Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
- Turut berduka cita atas semua tangisan yang mengalir, tulang yang patah, darah yang tumpah dan nyawa yang telah hilang atas semua rentetan peristiwa kebangsaan yang terjadi.
- Mengutuk keras tindakan represif, kriminalisasi dan penghilangan nyawa yang dilakukan oleh aparat negara dalam menghadapi aspirasi mahasiswa, masyarakat, perempuan dan semua pejuang yang berada di NKRI, khusus yang berada di tanah Papua, karena sesungguhnya aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi UUD 1945 dan dijamin serta dikawal oleh Negara, termasuk aparat keamanan.
- Meminta pihak DPRP Papua ikut mendorong investigasi dan penyelidikan yang transparan, profesional dan akuntabel terhadap segala peristiwa represif, kriminalisasi, khususnya pembunuhan yang dilakukan oleh aparat kemanan di NKRI maupun di tanah Papua. Semua pihak yang terbukti bersalah, baik pelaku maupun yang memberikan perintah secara langsung diproses hukum seadil-adilnya.
- Meminta Pihak DPRP Papua dan Kapolda Provinsi Papua melakukan evaluasi, pembenahan, peningkatan kapasitas terhadap institusi aparat keamanan mengenai penanganan aksi dalam upaya antisipasi tentang aksi demonstrasi kedepannya, mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis serta penghormatan hak-hak sipil dalam menyampaikan pendapat.
Baca juga: 9.300 Personel Polda Papua Siap Amankan Demo di Jayapura
- Pihak DPRP Papua bersama pemerintah daerah harus mendorong upaya-upaya, agar tindakan represif oleh militer di Tanah Papua yang makin menguat agar, dapat dicegah dan dihilangkan dengan melakukan pendekatan harmonis dan berkesesuaian dengan kebudayaan setempat.
- Pihak DPRP Papua harus ikut mendorong atas evaluasi dan peninjauan kembali berkenaan dengan naiknya gaji dan tunjangan DPR, berhubungan dengan situasi kenegaraan yang defisit dan angka kemiskinan yang sangat tinggi, maka dengan itu alokasi anggaran atas peninjauan kembali digunakan pada sektor pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya khususnya daerah 3T di Tanah Papua
- DPRP Papua harus ikut terlibat mendorong untuk disahkannya UU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat
- Gerakan Cipayung Plus Kota Jayapura bersama dengan Pemuda Katolik dan Badko HMI Tanah Papua Provinsi Papua mendesak Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, agar segera menghentikan operasi eksploitasi sumber daya alam yang merugikan masyarakat adat dan wilayah adat di Tanah Papua. (PSN Provinsi Papua Selatan, Block Wabu Papua Tengah, Nikel di Raja Ampat).
- Gerakan Cipayung Plus Kota Jayapura bersama dengan Pemuda Katolik dan Badko HMI Tanah Papua Provinsi Papua menuntut Kapolri dan Panglima TNI. untuk segera menghentikan pendroppan dan operasi militer di seluruh Tanah Papua.
- Membebaskan semua massa aksi yang ditangkap secara nasional maupun lokal.
- Melihat situasi kebangsaan saat ini, maka pemerintah daerah, Polda Papua, DPRP Papua maupun tingkatan kota beserta seluruh elemen mendorong bersama-sama dengan Cipayung Jayapura, mahasiswa, masyarakat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh adat, paguyuban dan seluruh lapisan elemen masyarakat yang ada untuk menjaga kondusifitas Papua tanah damai, terlebih khusus pencegahan terhadap konflik horizontal.
Untuk seluruh keringat yang mengucur, kulit yang terbakar, suara yang telah menggema, darah yang mengalir dan nyawa yang telah hitang, atas nama perjuangan kami Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah terlibat.
“Semoga perjuangan dan pengorbanan selama ini dapat terus memekarkan bunga kemanusiaan dan kebenaran. Sesungguhnya kami Cipayung Plus akan selalu meneguhkan komitmen untuk selalu berdiri bersama rakyat,” jelas Lukas.
Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolda) Papua, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) menyampaikan apresiasi kepada adik adik Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, sebab dari Kantor DPRP bisa datang ke Polda Papua untuk menyampaikan aspirasi dari rakyat.
Jenderal bintang satu ini mengatakan, aspirasi dari Cipayung Plus, pihaknya terima dan akan meneruskan ke Kapolda Papua untuk tidaklanjuti.
“Atas nama kepolisian mohon maaf yang memang sudah kelebihan, kami juga turut berduka cita semua tangisan yang mengalir, tulang yang patah, darah yang tumpah dan nyawa yang telah hilang atas semua rentetan peristiwa kebangsaan yang terjadi,” jelasnya.
Baca juga: Temui Demo Pencaker, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Datang Sebagai Pemilik Negeri, Jangan Demo
“Harapannya, kedepan kami Polda Papua dan rekan-rekan mahasiswa tetap berdiri bersama untuk Papua aman, damai dan sejahtera,” tutup Faizal. (Hubertus Gobai/Fredik)





Apa komentar anda ?