JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Ribuan massa dari Aliansi Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua menggelar aksi damai dengan sasaran Gedung DPRP Provinsi Papua dan Polda Papua, Senin (1/9/2025).
Aliansi Cipayung Plus ini membawa 11 tuntutan strategis yang disampaikan langsung kepada wakil rakyat di DPRP Papua dan aparat kepolisian Polda Papua, terkait isu nasioanl dan lokal yang ada di Indonesia, khususnya di tanah Papua.
Dalam pernyataannya, massa aksi menegaskan bahwa kontribusi mahasiswa dan pemuda tidak hanya sebatas kritik, tetapi juga wujud kepedulian untuk membangun bangsa, termasuk menjaga Papua tetap sebagai Tanah Damai.
Adapun 11 Poin Tuntutan Cipayung Plus Jayapura dan Provinsi Papua sebagai berikut:
- Turut berdukacita atas jatuhnya korban jiwa dalam berbagai peristiwa kebangsaan, termasuk di Tanah Papua.
- Mengutuk keras tindakan represif, kriminalisasi, dan penghilangan nyawa oleh aparat dalam menghadapi aspirasi rakyat.
- Mendesak DPR Papua mendorong investigasi transparan, profesional, dan akuntabel terhadap kasus-kasus kekerasan, khususnya pembunuhan oleh aparat.
- Evaluasi aparat keamanan, agar penanganan aksi demonstrasi lebih mengedepankan dialog dan penghormatan HAM.
- Mencegah tindakan represif militer di Papua melalui pendekatan budaya dan dialogis.
- Menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR, serta mendesak agar anggaran difokuskan pada pendidikan, kesehatan, dan pembangunan wilayah 3T Papua.
- Mendorong pengesahan UU Perampasan Aset dan Perlindungan Masyarakat Adat.
- Menuntut penghentian eksploitasi SDA yang merugikan masyarakat adat Papua.
- Mengutuk operasi militer dan bentrokan di Papua, mendesak Kapolri dan Panglima TNI segera menghentikannya.
- Mendesak pembebasan seluruh massa aksi yang ditangkap secara nasional maupun lokal.
- Mengajak seluruh elemen masyarakat Papua menjaga Papua sebagai Tanah Damai, serta mencegah konflik horizontal.
Mewakili Cipayung Plus, Ketua Umum HMI Cabang Jayapura, Rison Zul Akbar L menjelaskan bahwa aksi tersebut lahir dari keprihatinan atas kondisi bangsa secara umum, dan lebih khusus Papua.
Baca juga: 9.300 Personel Polda Papua Siap Amankan Demo di Jayapura
Peristiwa tabrakan yang melibatkan pihak kepolisian dan pengemudi ojek online (ojol) hingga meninggal dunia atas nama Affan Kurniawan. Hal ini hanyalah puncak dari akumulasi kekecewaan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal tabrakan yang menewaskan almarhum driver ojol, Affan Kurniawan, tetapi merupakan puncak kekecewaan dan amarah terhadap pejabat (DPR) yang seringkali enggan menemui mahasiswa, pemuda, maupun masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menegaskan, aksi Cipayung Plus kali ini digelar secara damai dengan tujuan Kantor DPRP Papua dan Polda Papua.
“Kami pastikan aksi berjalan aman dan damai. Harapan kami, DPRP Papua tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga menindaklanjuti tuntutan yang telah kami serahkan,” ujar Rison.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti pola pendekatan aparat keamanan terhadap masyarakat.
“Kami meminta Kapolda Papua menghentikan tindakan represif seperti, operasi militer dan sebaliknya mengedepankan pendekatan dialog, persuasif, dan humanis yang sesuai dengan budaya masyarakat Papua,” ujar Rison.
Datangi DPRP Papua
Massa aksi diterima langsung oleh Ketua DPRP Papua, Denny Henrry Bonai, Wakil Ketua I, Herlin Beatrix Monim, Wakil Ketua II, Supriadi Laling serta sejumlah Ketua Fraksi dan anggoa DPRP Papua.
Baca juga: Demo Tolak MBG, Kapolresta : Jangan Menggiring Opini atau Memprovokasi
Ketua DPRP Papua, Denny Bonai mengucapkan terima kasih kepada para pendemo yang menggelar aksinya dengan damai dan tertib di Kota Jayapura, Papua.
“Kami DPRP Papua berkomitmen untuk mengawal dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh para perwakilan pemuda dan mahasiswa dari Cipayung Plus di Jayapura,” ungkapnya. (Hubertus Gobai/Fredik)





Apa komentar anda ?