KALIMANTAN TIMUR,NOKENLIVE.com- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Pegunungan sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Papua Pegunungan Ny. Yuliana K. Pahabol menghadiri rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan Hari Ulang Tahun (Hut) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang diselenggarakan di Kota Samarinda dan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (6/7/2025).
Setibanya di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Ny. Yuliana K. Pahabol beserta rombongan diterima secara resmi di VIP Room oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Acara penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, ditandai dengan prosesi pengalungan Syal Manik Khas Dayak Kalimantan Timur oleh Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Timur, Iwan Darmawan sebagai simbol penghormatan dan keramahan kepada tamu dari Papua Pegunungan.
Yuliana menyampaikan rasa bangga dan syukur atas sambutan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami sangat mengapresiasi penerimaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Nokenlive.com, Senin (7/7/2025).
“Ini menjadi momen penting bagi kami untuk memperkuat kerja sama antar daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kerajinan khas Papua Pegunungan ke tingkat nasional,” ujarnya.
Adapun kegiatan yang akan diikuti oleh TP PKK dan Dekranasda Papua Pegunungan meliputi, partisipasi dalam acara HKG PKK ke-53 di Kota Samarinda dan keikutsertaan dalam Pameran Produk Kerajinan Dekranas. yang digelar di Kota Balikpapan pada tanggal 9–11 Juli 2025.
Dalam pameran tersebut, Papua Pegunungan akan memamerkan beragam kerajinan khas daerah, seperti tenun tradisional, anyaman, aksesori etnik dan berbagai produk kreatif lainnya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Pegunungan Tengah Papua.
Kehadiran Dekranasda Papua Pegunungan di ajang nasional ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemberdayaan UMKM berbasis komunitas serta pelestarian budaya lokal sebagai identitas bangsa yang beragam. (Redaksi/Fredik).





Apa komentar anda ?