NABIRE,NOKENLIVE.com- Sebanyak 20 media, baik cetak dan elektronik (radio, televisi dan online) telah melakukan penandatanganan kerja sama publikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Ballroom Ruang Rapat Gubernur Papua Tengah, Senin (7/7/2025).
Pendatangan kerja sama ini dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, Vivian Gobai, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Setda Provinsi Papua Tengah Teguh, Prabowo dan 20 pimpinan media cetak dan elektronik (radio, televisi dan online).
Pj Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule mengatakan, kehadiran media partner merupakan momen penting, bukan hanya sekedar melakukan tandatangan kerja sama publikasi.
“Pertemuan hari ini merupakan bukti bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin membangun jembatan kepercayaan dan kolaborasi antara pemerintah dan media massa, dua entitas yang memiliki mandat besar bagi masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan.
Sumule menyampaikan, penghargaan kepada seluruh insan media massa yang telah mendampingi perjalanan daerah ini dalam menyuarakan harapan rakyat, mengawal kebijakan dan menghadirkan informasi yang jernih, di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali kabur dari kebenaran.
“Pada tahun 2022 ketika pemerintah kami mulai berdiri dan sampai hari ini, ada pemerintahan masa lalu dan hari ini kami sudah mempunyai gubernur definitif. Kami berikan apresiasi atas semua informasi yang sudah diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sumule menegaskan, kerja sama ini bukan sekedar transaksi jasa publikasi, namun cerminan dari komitmen pemerintah daerah dan media massa untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif dan akuntabel.
Dia menambahkan, media massa bukan hanya alat penyampaian informasi. Media adalah mitra dalam membentuk opini publik, membangun optimisme serta menyuarakan harapan dan kritik yang konstruktif.
“Waktu lalu kami dapat begitu banyak berita hoaks. Itu bisa saja muncul dari media-media yang tanda petik, biasa di sebut abal-abal. Dari siapa saja, handpone (HP) ada ditangan kita, bikin berita dengan memggunakan Artificial Intelligence (AI), hari ini bicara, selesai bicara 2 sampe 3 menit kita bisa bikin. Tergantung, framenya kita mau bikin apa. Menjatuhkan pemerintah, mendukung pemerintah,” jelas Sumule.
Sumule mengingatkan bahwa dalam pemberitaan ada istilah mengecek kembali kebenaran dari informasi orang yang diberikan kepada wartawan melalui pihak-pihak yang bertanggung jawab memberikan informasi, sebelum dipublikasi. Hal ini yang harus memperhatikan, sehingga berita-berita hoaks bisa dicegah.
“Semua pasti tahu istilah itu, kalau ada yang tidak tahu itu bukan wartawan. artinya dia harus mengklarifikasi kepada kami ketika kami menyampaikan itu,” katanya.
Lanjut dia, Hidup di era yang butuh kecepatan, namun juga menagih kejujuran. Oleh karena itu, kerja sama harus dijalankan dengan semangat sinergi, yang profesional, penuh etika dan menjunjung tinggi tanggung jawab sosial.
“Mari kita hadirkan informasi-informasi yang bukan hanya informatif, tetapi juga mencerahkan. Narasi yang kita bangun adalah narasi-narasi yang memcerahkan. Narasi yang tidak hanya menjual berita, melainkan menyuburkan harapan,” ucap Sumule.
“Kami ingin maju, kami mau maju. Hari ini kami tertinggal. Jadi kami akan berlari lebih cepat lagi,” sambung dia.
Sumule berharap, melalui kerja sama yang terjalin ini, dapat membantu Pemerintah Provinsi Papua Tengah, untuk menyampaikan visi dan misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, agar masyarakat dimana saja berada dapat mengetahui dalam konteks Otonomi Khusus (Otsus).
“Mari bantu kami, apa itu sih Otsus situ? Teman-teman bisa bantu kami untuk menyampaikan makna dari itu,” ucapnya.
Kepada semua pimpinan media dia menitipkan harapan, Jadilah jendela yang jernih bagi rakyat untuk melihat kinerja pemerintah. Dan jadilah cermin yang jujur bagi pemerintah untuk melihat diri sendiri.
“Pemerintah tidak alergi terhadap kritikan, karena kritikan kami bisa melihat diri kita. Ketika kami masih kurang, kami harus memperbaiki. Dan di sini teman-teman adalah partner kami pemerintah, untuk bisa memberitahu kami,” tutup Sumule. (Lisa/Fredik).







Apa komentar anda ?