Wamena, Nokenlive.com – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, menyampaikan teguran keras sekaligus ajakan mendalam kepada seluruh masyarakat, khususnya pemuda di wilayah Wamena dan sekitarnya.
Hal ini dikatakan saat menghadiri peresmian gedung kapela katolik Yesus Ninoe Milagatnem, Paroki Elagaima, pada Kamis (30/03/2026).
Pernyataan ini disampaikan menyusul keprihatinannya terhadap maraknya konsumsi minuman keras (miras) dan narkotika jenis ganja yang mulai merambah ke kampung-kampung.
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh Wakil Bupati meliputi wilayah Elagaima, Ibele, Muliama, Hubikosi, Musatfak, hingga Pelebaga. “Saya menegaskan bahwa perilaku mabuk-mabukan hanya membawa dampak buruk bagi tatanan sosial dan keselamatan jiwa,”tegas Ronny.
Dalam arahannya, Ronny Elopere menyoroti bahwa pengaruh alkohol seringkali menjadi pemicu berbagai masalah fatal di Jayawijaya.
Wabup Ronny merinci rentetan dampak negatif yang selama ini terjadi akibat miras yakni kecelakaan Lalu Lintas, Masalah Kesehatan, dan Gangguan Keamanan
“Kita orang ini sudah kurang. Jangan lagi kita kurangi jumlah kita karena hal-hal tidak berguna seperti mabuk. Saya tegas katakan, tidak ada untungnya itu mabuk!” tegasnya.
Selain miras, Wakil Bupati juga menaruh perhatian serius pada laporan terkait penanaman dan peredaran ganja di wilayah Jayawijaya.
Dia juga meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran barang haram tersebut kepada pihak berwajib.
“Dulu kita tidak kenal ganja-ganja ini. Saya minta stop tanam ganja! Siapa yang bawa-bawa barang itu di sini, laporkan kepada kami untuk diproses hukum,” ujarnya.
Kepada para pemuda, Wakil Bupati menitipkan pesan khusus untuk menjaga nama baik daerah.
Dia sangat menyayangkan insiden terbaru di mana rombongan pemerintah yang hendak menghadiri acara gereja justru dihadang oleh sekelompok warga yang sedang mabuk.
“Ini acara gereja, tapi di bawah ada yang ramai-ramai mabuk sampai hadang kami. Itu tidak boleh terjadi lagi. Saya minta tolong, tolong pikirkan daerah kita bersama. Mari kita jaga bersama-sama untuk memperbaharui Jayawijaya,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Ronny Elopere menyampaikan permohonan maaf atas ketegasannya, namun ia menekankan bahwa hal ini dilakukan semata-mata demi keselamatan dan masa depan generasi muda Jayawijaya.
(Tundemin/MR)





Apa komentar anda ?