Jayapura, Nokenlive.com, – Masyarakat adat hak ulayat tanah bandara Sentani, Kabupaten Jayapura merasa kecewa atas pertemuan yang di insiasi BPN kabupaten Jayapura, karena pihak kementrian perhubungan udara dan PT Angkasa Pura tidak hadir dalam pertemuan yang di laksanakan. Senin (05/06/2023) di Kantor ATR/BPN kabupaten Jayapura.
Pertemuan yang gagal di lakukan itu, rencananya perwakilan masyarakat Ulayat, meminta kejelasan 55 Hektar tanah milik mereka di area Bandara Sentani.
“Tidak ada surat pelepasan dari masyarakat adat tapi sertifikat bisa BPN terbitkan untuk 55 Hektar untuk areanya, Landasan Pacu, parkiran pesawat dan sekitarnya,” ungkap mama Beatrix Felle kepada sejumlah awak media di Kantor ATR-BPN Kabupaten Jayapura, Senin siang (5/6/2023).
Beatrix Felle menyebut kesalahan pihak ATR-BPN Kabupaten Jayapura yang mengeluarkan sertifikat tanpa surat pelepasan adat.
“Kalau memang Angkasa Pura atau Kementerian Perhubungan mengajukan sertifikat ke BPN kabupaten, kalau persyaratannya tidak lengkap harusnya BPN tidak terbitkan sertifikat, kalau persyaratannya tidak lengkap, alasannya yaitu tidak ada yaitu pelepasan dari adat,” Ungkapnya
Mama Beatrix mengatakan bahwa pihak ATR-BPN harus bersedia menggugurkan sertifikat yang dinilai palsu tersebut.
“Jadi rencana batas waktu kami kasih sampai Minggu ini hari Jumat kalau tidak ada tanggapan dari kementerian perhubungan atau Angkasa Pura terpaksa BPN ini sasaran, kami palang,” tegasnya.
Sementara itu, Sekertaris Forum Peduli Kemanusiaan, Jhon Maurits Suebu, aksi yang mereka lakukan bukan baru melainkan sudah kali kedua di ATR-BPN bahkan hingga ke DPRD kabupaten Jayapura.
“Proses ini lama sekali di BPN, karena BPN lembaga yang terbitkan sertifikat yang keluarkan sertifikat palsu, kami datang bersuara, sudah lama sekali 2 Minggu lebih,” ujarnya.
Bahkan pertemuan tadi bersama pihak BPN, kata Suebu pihaknya seakan-akan digiring membuat laporan polisi.
“Ini sertifikat sudah keluar BPN harus bertanggung jawab, ini dinamika seakan-akan pihak Bandara sedang lari dari masyarakat,” tukasnya.
Sebab menurutnya, bukti sertifikat palsu sudah dikantongi, sehingga dirinya bersama pihak pemilik ulayat telah bersepakat bahwa pada pekan depan akan melakukan pemalangan terhadap Bandara Sentani.
“Minggu besok itu kami akan palang, tidak ada waktu lagi Entah mau kasih izin ke Polisi kah, kami akan palang, karena itu hak kami. Karena banyak sekali moyang kami hilang akibat ulah-ulah yang seperti dilakukan seperti saat ini,” tutup Jhon Maurits Suebu
(Junior)





Apa komentar anda ?