Jayapura, Nokenlive.com, – Dinas Kesehatan kota Jayapura mencatat hingga Desember 2022 sekitar 7.761 kasus HIV-ADS di temukan di Kota Jayapura.
Hal ini di sampaikan kesehatan Kota Jayapura, Nyoman Sri Antari pada saat Launching Desentralisasi ARV (Antiretroviral), tingkat kota Jayapura. Senin (05/06/2023) di Horison Ultima Entrop.
Kepala Dinas Kesehatan merincikan tercatatat HIV/AIDS 3.054 kasus sementara kasus memasuki bergejala atau AIDS sebanyak 4.708 kasus per 31 Desember 2022
Sedangkan jumlah ODHA (orang dengan HIV AIDS) yang di rawat sebanyak 9.138 orang. jumlah ODHA ini tidak semuanya dari kota jayapura, akan tetapi ada pasien rujukan dari Kabupaten lain di Papua yang di rawat di berbagai Rumah sakit di jayapura.
“Kasus kita yang sudah mendapat ARV 2.191 kasus. Sedangkan belum mendapat ARV 1.532 kasus. Sedangkan yang sudah tidak datang berobat sebanyak 2.176 kasus,” Ujarnya
Kata Sri Antari berbagai upaya di lakukan untuk menjawab kendala yang di hadapi baik penemuan kasus sampai perawatan dukungan dan pengobatan orang terinfeksi HIV. Salah satunya adalah ada strategi Fast Track.
“Kita berharap kepatuhannya bisa juga 95 persen. Tentu upaya mencapai ini perlu adanya kerja sama, kolaborasi sehingga kita mencapai yang di targetkan,” Harapnya
Sementara terkait, launching desentralisasi ARV, Kata kepala dinas Kesehatan, Tujuan umum peresmian desentralisasi adalah berjalannya desentralisasi ARV di kota Jayapura dengan sebaik – baiknya.
Sebelumnya telah di lakukan selt asesment di puskesmas yang ada jayapura. Jadi yang bisa memulai dulu adalah 10 layanan nantinya.
“Kami berharap puskesmas yang ada di kota Jayapura juga PKR benar – benar bisa melakukan pelayanan kepada pasien – pasien HIV – AIDS,
“Tujuan khususnya memandirikan layanan kesehatan di kota jayapura dalam pengelolaan ARV,” Tuturnya
Sementara itu, Asisten III Sekda Kota Jayapura, Amos Salosa, yang hadir mewakili Walikota Jayapura berharap dengan meningkatnya kasus HIV AIDS, untuk itu para peserta yang hadir pada kegiatan ini dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya .
“Ilmu yang diberikan oleh para narasumber bisa menjadi jembatan untuk mengembangkan diri, dalam pelayanan kita kepada masyarakat khususnya di Kota Jayapura,” pungkasnya.
(Junior)





Apa komentar anda ?