Keerom- Nokenlive.com

Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya.
Beras merupakan kebutuhan dasar makanan pokok warga negara Indonesia, oleh karena itu pemerintah terus pencanangan pembukaan lahan persawahan.
Hal itupulah dilakukan pemerintah kabupaten Keerom, tepatnya di kampung Intaimelyan distrik Skanto, Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP diwakili kepala distrik Skanto, Marianus A Leksi, ST melakukan panen perdana padi varietas Mamberamo bersama kelompok tani Karya Makmur, Senin, (05/09/22).
Panen perdana padi varietas Mamberamo turut dihadiri unsur pimpinan kecamatan (USPIKA) distrik Sakanto diantaranya, kepala distrik Skanto, Marianus A Leksi, ST., Ketua TP PKK Distrik Skanto, Danramil Skanto Letkol. Sariyadi, Kapolsek Skanto yang diwakili anggota Babinkamtibmas, Kepala BPP Skanto dan para penyuluh lapangan, kepala kampung Intaimelyan serta Ketua kelompok tani Karya Makmur, Suratno.
Hadir pula sejumlah pejabat kabupaten Keerom, diantaranya, Kabid TPH Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, Zakarias Wens Pikindu, SP., Kadis Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Keerom, Rasdi Siswoyo, S.Pd.

“Kita telah melihat bagaimana semangat yang telah dibangun oleh petani dalam menanam padi dengan kualitas yang baik” ujar kepala distrik Skanto, Marianus A Leksi, ST.
Marianus mengatakan, dalam hal ketahanan pangan di kabupaten Keerom, khususnya distrik Skanto, pemerintah mendorong petani agar tetap semangat bertani terutama menanam padi.
“Kedepannya Keerom sendiri bisa swasembada pangan melalui tanaman padi dan jagung yang menjadi program Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP di sektor pertanian,” jelas Marianus A Leksi.
Menurut Marianus A Leksi, lahan di distrik Skanto memiliki tanah yang sangat subur untuk pengembangan bidang pertanian dengan tanaman sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman lainnya.
Sebabagai pemerintah kita juga terus mendorong dan membantu petani dengan melakukan pendampingan, bantuan bibit, alat-alat pertanian dan pendampingan dari PPL atau tenaga ahli.
“Kita juga akan memastikan agar pemerintah kampung mendata setiap kelompok tani dengan baik. Ketika ada bantuan-bantuan yang turun bagi kelompok tani bisa diakomodir dengan baik, tidak ada yang terabaikan tetapi merata,” katanya.
“Skanto ini sebagai daerah penyangga ketahanan pangan telah diperhatikan dengan baik oleh pemerintah dengan berbagai stimulan, dan bantuan-bantuan ke kelompok tani,” ujarnya.
Seperti yang telah dicanangkan Bupati Keerom bahwa, distrik skanto sebagai pusat pengembangan tanaman padi, kedelai dan hultikultura, maka kita terus memberikan dukungan bagi para petani.(AMIN MOMIAGE)





Apa komentar anda ?