JAYAPURA, Nokenlive.com – Memasuki hari ke-8 pascaledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan masih melanjutkan pencarian korban dan pengumpulan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyatakan jumlah korban meninggal dunia masih tercatat enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian.
Dalam operasi pencarian pada Minggu (7/6/2026), tim gabungan menemukan 11 serpihan tubuh yang diduga milik korban ledakan. Selain itu, petugas juga mengamankan satu kartu identitas dan sebuah mesin serut kayu di sekitar lokasi kejadian.
Seluruh serpihan tubuh yang ditemukan telah dievakuasi ke RSUD Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, Tim DVI Polri melanjutkan proses identifikasi di Pusdokkes Polri Jakarta, sedangkan Tim Puslabfor Polri masih memeriksa barang bukti guna memastikan penyebab pasti ledakan.
Kapolres menjelaskan lokasi ledakan telah dinyatakan steril dan aman. Namun, pencarian korban masih difokuskan di area Ring 1 dan Ring 2, termasuk kawasan pantai dan perairan dalam radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan.
Selain itu, Tim Jibom Brimob akan memusnahkan sejumlah benda berbahaya yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II hasil temuan dan penyerahan masyarakat. Pemusnahan tersebut tidak berkaitan dengan barang bukti utama yang masih diperiksa penyidik dan laboratorium forensik.
Untuk mendukung proses penyidikan, kawasan Ring 1 masih dipasang garis polisi dan hanya dapat diakses oleh petugas. Masyarakat diimbau tidak memasuki area tersebut karena masih dalam proses penyelidikan serta terdapat bangunan yang rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengimbau warga segera melaporkan kepada polisi apabila menemukan benda yang diduga peninggalan perang atau benda berbahaya lainnya.
Pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan akan kembali dilanjutkan pada Senin (8/6/2026) dengan melibatkan seluruh unsur tim gabungan.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?