Wamena. Nokenlive.com
Masyarakat Papua Wilayah Lapago yang ada di Kabupaten Jayawijaya menolak tegas rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Pegunungan Tengah Papua. Penolakan tersebut disampaikan oleh Seluruh elemen masyarakat wilayah lapago yakni Tokoh adat, tokoh gereja, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan mahasiswa saat mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya dan diterima langsung oleh Ketua DPRD didampingi 2 anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya, serta Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum.
Koordinator aksi Tolak Pemekaran Provinsi Pegunungan tengah Dano Tabuni menjelaskan bahwa, pemekaran Provinsi Papua bukanlah kehendak dan keinginan msyarakat Papua khususnya yang ada di Wilayah Lapago, melainkan keinginan segelintir oknum elit politik orang Papua tanpa mempertimbangkan dan melibatkan masyarakat yang ada di Papua. “Pemekaran ini bukan keinginan orang Papua tapi hanya segelintir oknum elit Politik orang Papua tanpa melibatkan seluruh elemen masyarakat”, pungkasnya
Menurutnya, pemekaran merupakan ancaman bagi keberlangsungan hidup orang asli Papua, terutama ancaman pelanggaran Hak Asasi Manusia yang selama ini terjadi. “Jangan hanya demi kepentingan elit politik menghancurkan eksistensi Orang Asli Papua dengan cara memecah-belah antara orang Papua sendiri”, ujarnya tegas. Dano menegaskan bahwa pemekaran berarti dibangunnya pos-pos militer yang selama ini banyak oknum dari mereka melakukan pelanggaran Ham.
Aksi Demosntrasi ini menegaskaskan beberapa hal diantaranya, para Elit Politik Papua diminta untuk membuka ruang Rapat Dengar Pendapat secara terbuka dan jangan membatasi peserta dengan alasan, Covid-19. Elit Politik Papua juga wajib mendesak pemerintah pusat guna melakukan pendataan berdasarkan kajian populasi SDM dan penduduk orang asli Papua, khususnya Wilayah Lapago.
Seluruh Dedominasi Gereja yang ada di Wilayah Lapago diminta untuk harus bersuara terkait isu pembahasan DOB bertepatan dengan kegiatan internal partai golkar dan kunjungan Ketua Komisi II DPR-RI yang akan dilakukan pada hari Minggu, (6/3).
Dalam arahannya, Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum membantah bahwa kedatangan anggota DPR RI ke Wamena adalah terkait pembahasan DOB untuk Pemekaran, yang datang ke Wamena merupakan Ketua Komisi II DPR-RI, yang juga membidangi tentang pemekaran tetapi untuk agenda internal Partai Golkar.
“Kami jemput di bandara saja, kami tidak ikut sampai kegiatan Golkar, dan hari ini adalah konsolidasi partai Golkar, ketua DPD Partai Golkar Papua melakukan konsolidasi internal Partai di Wilayah Lapago sudah menyampaikan secara resmi kepada pihak keamanan maupun kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,” ucapnya.
Untuk itu, apa yang disampaikan secara lisan dan tertulis oleh massa akan disampaikan kepada Pemerintah dan DPRD Jayawijaya, dan diserahkan kepada perwakilan DPR-RI. (Arny Hisage)





Apa komentar anda ?