NABIRE, Nokenlive.com – Meski sempat di warnai kericuhan di akhir Penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III Formasi Tahun 2024 serta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang digelar di Aula Sekolah AKPER Nabire, Rabu (29/7/2026), Bupati Kabupaten Intanjaya, Aner Maisini menegaskan kegiatan tersebut secara resmi di nyatakan telah selesai dan resmi ditutup.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Intan Jaya, Kepala BKPSDM Kabupaten Intan Jaya, Dandim 1718/Intan Jaya, Kepala Dinas BPMK, para kepala distrik, Widyaiswara BPSDM Provinsi Papua Tengah, unsur Forkopimda, pejabat administrator dan pengawas, serta para peserta Latsar CPNS dan Orientasi PPPK.
Dalam sambutannya, Bupati Aner Maisini menyampaikan rasa syukur karena penyelenggaraan Latsar CPNS dan Orientasi PPPK Formasi Tahun 2024 dapat terlaksana sesuai rencana. Ia mengapresiasi seluruh panitia, tim BPSDM Provinsi Papua Tengah, Tim MFD Kodim 1718/Intan Jaya, dan para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Patut kita syukuri bahwa penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dapat berjalan dengan baik sesuai yang direncanakan. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, tim BPSDM, dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujar Aner Maisini.
Bupati menegaskan bahwa kelulusan pelatihan dasar merupakan syarat wajib bagi CPNS untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Ia mengingatkan bahwa setelah resmi menjadi ASN, seluruh peserta harus memegang teguh aturan kepegawaian dan menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Saudara adalah pelayan masyarakat dan abdi negara, bukan sebagai penguasa. Pegang teguh Panca Prasetya Korpri dan laksanakan tugas dengan profesional, kompeten, beretika, serta memiliki akhlak yang mulia,” tegasnya.
Menurut Aner, selama mengikuti pelatihan para peserta telah memperoleh pemahaman mengenai aturan ASN, tugas pokok dan fungsi, hak serta kewajiban sebagai aparatur sipil negara. Bekal tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Ia juga meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera mengaktifkan para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan untuk kembali bertugas di Sugapa sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.
“Kepada seluruh pimpinan OPD, saya minta segera memerintahkan peserta untuk aktif melaksanakan tugas, memberikan pembinaan dan penugasan sesuai tupoksi agar mereka dapat bekerja secara optimal,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh ASN Kabupaten Intan Jaya menjadi agen perubahan sekaligus perekat persatuan bangsa. Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang tulus, menjaga etika, menghormati budaya lokal, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan sikap pengabdian yang tulus dan perilaku yang mencerminkan integritas sebagai aparatur negara.
“Bekerjalah dengan kasih yang tulus dan ikhlas, berorientasi pada pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan pengabdian yang sungguh-sungguh, pembangunan akan berjalan lebih baik dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” pesannya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Aner Maisini menyampaikan terima kasih kepada BPSDM Provinsi Papua Tengah yang telah menugaskan para widyaiswara, Tim MFD Kodim 1718/Intan Jaya, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan Latsar CPNS dan Orientasi PPPK.
Meski sempat terjadi kericuhan pada akhir kegiatan, bupati Aner Maisini nyatakan kegiatan tersebut telah resmi di tutup. Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berharap para ASN yang telah mengikuti pelatihan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
(Lisa/Redaksi)





Apa komentar anda ?