ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Agustus 1, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Dewan Soroti Tambang Ilegal dan 203 Kampung Belum Berlistrik di Papua

Dewan Soroti Tambang Ilegal dan 203 Kampung Belum Berlistrik di Papua

Oleh : Nokenlive
31 Juli 2026
Di Politik dan Pemerintahan
0
Dewan Soroti Tambang Ilegal dan 203 Kampung Belum Berlistrik di Papua

JAYAPURA, Nokenlive.com – Komisi IV DPR Papua menyoroti masih maraknya praktik pertambangan ilegal di 38 titik serta masih adanya 203 kampung di Papua yang belum menikmati aliran listrik. Dua persoalan tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar Pemerintah Provinsi Papua yang harus segera dituntaskan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sorotan itu mengemuka dalam rapat kerja Komisi IV DPR Papua bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua di ruang rapat Komisi IV DPR Papua, Kamis (31/7/2026). Selain mengevaluasi realisasi anggaran tahun 2026, rapat juga membahas percepatan program Papua Terang, distribusi BBM, hingga langkah penanganan tambang ilegal.

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi IV DPR Papua, Jefry Hendry Bisai, didampingi Ketua Komisi IV, Joni Y Betaubun bersama anggota Frangklin E. Wahey, Albert Merauje, dan Valentinene Ibe.

38 Titik Tambang Ilegal Jadi Perhatian DPR

Komisi IV menilai praktik pertambangan tanpa izin harus segera ditertibkan melalui penguatan regulasi dan penegakan hukum yang lebih tegas.

Jefry Hendry Bisai mengatakan DPR Papua akan mendorong penyusunan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) maupun Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) sebagai dasar hukum dalam pengelolaan sektor pertambangan sekaligus menekan aktivitas tambang ilegal.

“Kami akan mendorong pembentukan regulasi terkait pengelolaan mineral dan penanganan tambang ilegal. Beberapa anggota Komisi IV juga berada di Bapemperda sehingga pembahasannya dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua, Karsudi, mengungkapkan terdapat sekitar 38 titik tambang ilegal yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Papua.

Aktivitas tambang batuan tanpa izin paling banyak ditemukan di Kota Jayapura, sedangkan tambang emas ilegal tersebar di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Waropen, dan Supiori.

Untuk mengatasinya, Dinas ESDM akan membentuk tim terpadu bersama kepolisian, TNI, dan kejaksaan guna melakukan pemetaan sekaligus penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal.

Selain penegakan hukum, pemerintah juga mengimbau para penambang agar mengurus legalitas melalui skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sehingga aktivitas pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa melanggar aturan.

Program Papua Terang Masih Hadapi Tantangan

Persoalan lain yang menjadi perhatian Komisi IV adalah belum meratanya akses listrik di kampung-kampung Papua.

Data Dinas ESDM menunjukkan dari 999 kampung di Papua, baru 738 kampung yang telah menikmati layanan listrik. Artinya, masih terdapat sekitar 203 kampung yang belum teraliri listrik sama sekali.

Bahkan di sejumlah wilayah yang telah memiliki jaringan listrik, pelayanan masih belum maksimal karena listrik hanya menyala selama 6 hingga 12 jam setiap hari.

Pemerintah Provinsi Papua melalui program Papua Terang menargetkan seluruh kampung dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam pada periode 2029–2030.

Target tersebut akan dicapai melalui kerja sama dengan PLN untuk memperluas jaringan listrik, sekaligus pengembangan energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya dan mikrohidro di daerah-daerah terpencil.

Anggaran Dinilai Belum Mampu Menjawab Tantangan

Komisi IV DPR Papua menilai berbagai persoalan tersebut tidak terlepas dari keterbatasan anggaran yang dimiliki Dinas ESDM.

Dari total pagu anggaran sekitar Rp12 miliar, lebih dari Rp9 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai. Akibatnya, anggaran yang tersedia untuk menjalankan program pembangunan hanya sekitar Rp2 miliar, sehingga dinilai belum sebanding dengan besarnya tanggung jawab Dinas ESDM.

“Dinas ESDM memiliki peran strategis dalam pengelolaan energi, mineral, minyak, gas, hingga pemerataan listrik. Karena itu kami akan mendorong peningkatan pagu anggaran agar program-program prioritas dapat berjalan maksimal,” kata Jefry.

Dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa realisasi keuangan Dinas ESDM hingga pertengahan 2026 baru mencapai 38 persen, sedangkan realisasi fisik berada di angka 35 persen.

Selain membahas listrik dan pertambangan, Komisi IV turut menyoroti distribusi BBM di Kabupaten Waropen yang masih terkendala kondisi geografis sehingga pasokan bahan bakar hanya dapat masuk setiap tiga hingga empat bulan sekali.

Melalui rapat kerja ini, DPR Papua berharap pemerintah daerah dapat mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke kampung-kampung terpencil sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal agar pengelolaan sumber daya alam Papua memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

(Menas/Redaksi)

Tags: Dinas ESDM PapuaDPR PapuaJefri BisaiKomisi IV DPRPSekertaris Komisi IV DPRPTambang Ilegal di Papua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Penutupan IHT 2026, Kabid SMP Ingatkan SMPN 1 Jayapura Siapkan Kerangka Kerja Menuju Akreditasi “A”

Berita Selanjutnya

Komisi IV DPR Papua Apresiasi Kinerja Dinas Kominfo, Serapan Anggaran 2026 Capai 43,43 Persen

Berita Terkait

DPR Papua Minta Pemerintah Prioritaskan Layanan Air Bersih di Kabupaten/Kota
Politik dan Pemerintahan

DPR Papua Minta Pemerintah Prioritaskan Layanan Air Bersih di Kabupaten/Kota

Sempat Ricuh, Bupati Aner Maisini Tegaskan  Latsar CPNS dan Orientasi PPPK Intan Jaya Resmi Di Tutup
Politik dan Pemerintahan

Sempat Ricuh, Bupati Aner Maisini Tegaskan Latsar CPNS dan Orientasi PPPK Intan Jaya Resmi Di Tutup

Dorong Ekonomi Rakyat, Bupati Elvis Tabuni Tantang Warga Puncak Berkebun, Pemerintah Siapkan Penghargaan
Politik dan Pemerintahan

Dorong Ekonomi Rakyat, Bupati Elvis Tabuni Tantang Warga Puncak Berkebun, Pemerintah Siapkan Penghargaan

Pemkab Puncak Gelar Sosialisasi Pemekaran 94 Kampung dan 5 Distrik, Bupati Elvis Tabuni Tegaskan Tolak Demo dan Palang Pemerintahan
Politik dan Pemerintahan

Pemkab Puncak Gelar Sosialisasi Pemekaran 94 Kampung dan 5 Distrik, Bupati Elvis Tabuni Tegaskan Tolak Demo dan Palang Pemerintahan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua