JAYAPURA, nokenlive.com – Setelah dilaksanakan selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2026, kegiatan In House Training (IHT) SMP Negeri 1 Jayapura secara resmi ditutup dengan penabuhan tifa oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd., didampingi Pengawas Pembina serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 1 Jayapura.
Saat ditemui awak media, Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan bahwa kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala tata usaha, beserta seluruh staf harus mulai menyusun target kerja. Menurutnya, hal tersebut penting mengingat sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi.
Ia menjelaskan, untuk meraih predikat Akreditasi “A”, sekolah harus memenuhi berbagai persyaratan sesuai dengan delapan Standar Nasional Pendidikan.
“Delapan standar tersebut meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, serta standar penilaian pendidikan. Seluruh standar itu harus dipersiapkan dengan baik oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Selain itu, melalui pelaksanaan IHT, seluruh materi yang telah diterima peserta diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas sehingga berdampak pada peningkatan kualitas belajar peserta didik.
Sementara itu, Plt. Kepala SMP Negeri 1 Jayapura, Danton Hutapea, mengatakan bahwa seluruh guru, tenaga kependidikan, maupun staf tata usaha diharapkan mampu mengimplementasikan materi yang telah diperoleh selama mengikuti In House Training ke dalam pelaksanaan tugas dan proses belajar mengajar.
Menurutnya, melalui IHT tersebut sekolah juga berupaya meningkatkan kompetensi dewan guru melalui penerapan Taksonomi SOLO (Structure of the Observed Learning Outcome), yaitu kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur tingkat kompleksitas kemampuan kognitif peserta didik melalui lima tingkatan pembelajaran.
“Pada dasarnya, IHT bertujuan menyegarkan kembali semangat bapak dan ibu guru agar lebih siap, bersemangat, dan profesional dalam menjalankan tugas serta fungsinya demi meningkatkan mutu pendidikan di sekolah,” katanya.
Ia juga berharap kepala tata usaha beserta seluruh staf dapat terus meningkatkan penataan administrasi sekolah dan pelayanan, khususnya di perpustakaan, sehingga menjadi lebih rapi, tertib, nyaman, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para peserta didik.

“Intinya, Taksonomi SOLO maupun Deep Learning memiliki tujuan yang sama. Yang membedakan hanyalah implementasinya. Namun, yang paling penting adalah bagaimana proses pembelajaran berlangsung, bukan semata-mata hasil akhirnya,” tutupnya.
Pada acara penutupan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan perpisahan kepada Dra. Devlin Lolowang, M.Pd., selaku Pengawas Pembina SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura yang telah memasuki masa purna tugas.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?