ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Senin, April 20, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Pendidikan Papua Harus Responsif Terhadap Kondisi Sosial – Budaya

Pendidikan Papua Harus Responsif Terhadap Kondisi Sosial – Budaya

Oleh : Noken
1 Oktober 2020
Di Pendidikan
0
Pendidikan Papua Harus Responsif Terhadap Kondisi Sosial – Budaya

Suasana belajar mengajar siswa SD Asiki distrik jair Kabupaten Boven Digoel dilakukan prajurit TNI Satgas Yonif Mekanis 516/CY. Menggunakan metode monopolia ala branjangan dalam upaya meningkatkan semangat belajar anak. (ANT)

Jakarta, Nokenlive.com –  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, perlunya penyusunan desain pendidikan jangka panjang untuk tanah Papua yang responsif terhadap kondisi geografis, demografi, sosial dan budaya warga asli Papua.

“Ini yang memang kami lihat, belum nampak meskipun otonomi khusus secara regulasi itu sudah ada tawarannya seperti itu. Tapi memang ditataran implementasi belum ada desain pendidikan yang bersifat jangka panjang, yang bisa memahami secara responsif terhadap kebutuhan orang asli Papua,” kata Peneliti LIPI, Anggi Afriansyah dalam acara peluncuran virtual “Buku-Buku Tantangan dan Solusi Tanah Papua dari Sisi Kependudukan” diikuti di Jakarta, Kamis (01/10/2020).

Menurut Anggi, pembangunan infrastruktur dan kualitas pendidikan di Papua harus dibarengi dengan pendampingan untuk merespon kebutuhan dan aspirasi orang asli Papua.

“Sementara kebijakan pendidikan di Indonesia, kemudian ketika kita coba implementasikan di Papua itu seringkali ‘mental’ , karena memang kebijakan pendidikan yang diberikan itu tidak responsif terhadap kondisi masyarakat baik dari segi geografisnya, segi demografinya, segi sosial dan budaya,” tutur Anggi.

Dikatakan Anggi, rancangan pembangunan pendidikan harus didesain secara dialogis dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga tercapai sebetulnya keinginan orang asli Papua dengan mengetahui dan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi mereka tentang pendidikan.

“Bagaimana pendidikan yang memang bisa mendasarkan pada konteks lokal, bagaimana pendidikan yang bisa membuat mereka kemudian dapat meraih mimpi dan imajinasi mereka, karena ini juga menjadi persoalan ketika tidak ada pendampingan dengan hati anak – anak kemudian semakin tertinggal, dan itu terbukti dari berbagai program yang kemudian digelontorkan dan tidak efektif,” ujarnya.

Anggi juga menuturkan, ketika melihat potret di lapangan, banyak sekali situasi yang begitu kompleks yang tidak hanya bisa dijawab oleh pendekatan administratif, dan teknis dalam pembangunan pendidikan di Papua.

Tim penulis buku mengkritik pola yang sangat formalistis dalam pendekatan pembangunan pendidikan di Papua, yang basisnya adalah angka statistik dan capaian – capaian program.

Padahal pendidikan di Papua memerlukan kekhususan tertentu, yang disesuaikan dengan konteks lokal.

“Kalau kita bicara Papua secara menyeluruh, kemudian juga pembangunan pendidikan bagi anak Papua ada banyak kekhususan yang perlu dilakukan termasuk dalam tentang pendidikan masyarakat adat,” kata Anggi.

Dari wawancara dengan orang asli Papua, tim penulis buku mendapatkan pendidikan adat dipinggirkan, padahal nilai – nilai yang dibangun oleh masyarakat asli Papua bisa diadaptasi ke dalam konteks pendidikan modern.

Tim penulis juga menyoroti bahwa ada isu yang memang sangat paradigmatis dan fundamental, berkaitan dengan cara memandang orang Papua melalui pendidikan.

Orang Papua menganggap bahwa, ketika anak sudah dididik oleh sosok tertentu yang dianggap berpengaruh harusnya mereka menjadi cakap, misalnya ketika anak-anak Papua dididik untuk berburu, maka mereka pasti bisa berburu. Itulah mengapa kemudian ketika ada yang tidak naik kelas, mereka akan marah.

Ada juga isu-isu teknis yang menjadi masalah terhadap pembangunan pendidikan di Papua, seperti ketersediaan guru yang kurang memadai, kurikulum yang tidak sesuai dengan konteks lokal, dan ketidaksesuaian dengan konteks lokal.

“Jadi situasinya menjadi dilematis, dibangun sekolah baru tapi tidak disediakan guru misalnya, dibuat laboratorium komputer tapi tidak ada listrik,” ujar Anggi.

 (NL/ANT)

Tags: Anggi AfriansyahLembaga Ilmu Pengetahuan IndonesiaPembangunan Pendidikan di PapuaPendidikan Papua Responsif Terhadap Kondisi Sosial Budaya
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

LIPI Dorong Peningkatan Pendidikan Berkualitas Anak – Anak Papua

Berita Selanjutnya

Tembok Rubuh, Dua Bocah Tewas Di Abepura

Berita Terkait

Pendaftaran SNK Pariwisata Papua Dibuka, Ini Jadwal Lengkap dan Kuota 288 Siswa
Kabar Daerah

Pendaftaran SNK Pariwisata Papua Dibuka, Ini Jadwal Lengkap dan Kuota 288 Siswa

Keterbatasan Sarpras, TKA SMPN 2 Jayapura Digelar Tiga Sesi dalam Dua Gelombang
Kabar Daerah

Keterbatasan Sarpras, TKA SMPN 2 Jayapura Digelar Tiga Sesi dalam Dua Gelombang

TKA SMP YPK Paulus Dok V Diikuti 50 Siswa, Hari Kedua Tertunda Akibat Gangguan Jaringan
Dari TKP

TKA SMP YPK Paulus Dok V Diikuti 50 Siswa, Hari Kedua Tertunda Akibat Gangguan Jaringan

TKA 2026 di SMPN 1 Jayapura Lancar, 366 Siswa Ikuti Ujian Tanpa Kendala Berarti
Kabar Daerah

TKA 2026 di SMPN 1 Jayapura Lancar, 366 Siswa Ikuti Ujian Tanpa Kendala Berarti

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua