Wamena, Nokenlive.com – Terang dalam kampung sejak listrik masuk Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya. Hal ini lah membuat tokoh adat angkat suara agar pemerintah daerah menggelar syukuran atas masuknya listrik di distrik tersebut dan mengaktifkan listrik, sehingga gelap jadi terang.
“Terimakasih atas upaya pemerintah Jayawijaya yang sudah memasukan jaringan listrik di Distrik Bpiri dan Koragi. Seluruh Distrik Bpiri sudah terang, baik itu di Kantor Pemerintah serta semua perumahan masyarakat yang ada di Distrik Bpiri,” kata Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Bpiri, Gasper Kenelak ke media ini, Kamis (17/07/20).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jayawijaya hadir tuk gelar syukuran atas masuknya listrik di Distrik Bpiri pada bulan Agustus mendatang, karena selama ini masyarakat selalu dalam kegelapan. Kedatangan pemda, nantinya juga dapat menjawab aspirasi masyarakat seperti pengadaan air bersih, puskesmas, pengerasan jalan serta perumahan bagi masyarakat.
“Kalau masyarakat Distrik Bpiri itu minta listirik itu harus menyala jadi Bapak Bupati dan Wakil harus perhatikan kami,” ujarnya.
Ia mengungkapkan pelayanan kesehatan masih minim, alangkah baiknya pemerintah dirikan Puskesmas di Wilayah Distrik Bpiri, karena selama ini masyarakat Distrik Bpiri dan Distrik Koragi sangat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

“Sangat jauh dari jalan besar, sehingga masyarakat sangat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” ungkapnya.
Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi mengakui jaringan Listrik telah masuk di Distrik Bpiri hingga Koragi. Soal usulan peresmian di Distrik Bpiri, ia akan menyampaikan hal ini ke Bapak Bupati Kabupaten Jayawijaya.
“Tadi ada usulan, jaringan listirk sudah masuk di wilayah Walak, tinggal kapan dinyalakan, dan tadi masyarakat minta harus di adakan syukuran dan hal ini akan saya sampaikan kepada Bapak Bupati,” kata Marthin Yogobi.
Soal air bersih dan puskesmas, pihaknya mengaku hal ini akan menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan rencana pembangunan Puskesmas memang tak dapat di tahun ini lantaran pandemi Covid-19 dimana ada pemotongan anggaran untuk penanganan wabah tersebut.
“Memang banyak sumber dana yang dipotong untuk digunakan untuk penanganan masalah Covid-19 di Jayawijaya, sehingga banyak program tahun ini ditunda,” ujarnya.
Terlepas dari dipotongnya anggaran dan penundaan pembangunan fisik seperti puskesmas dan air bersih di Distrik Bpiri. Pihaknya tetap memasukkan usulan tersebut sebagai program berikutnya setelah pandemi Covid-19 dan berharap segera selesai agar pembangunan kembali normal seperti biasa.
(Ema)





Apa komentar anda ?