ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Jumat, Mei 1, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Komnas HAM Perwakilan Papua Kesal Tindakan Ormas di Surabaya dan Malang

Komnas HAM Perwakilan Papua Kesal Tindakan Ormas di Surabaya dan Malang

Oleh : Noken Live
20 Agustus 2019
Di Nasional
0
Komnas HAM Perwakilan Papua Kesal Tindakan Ormas di Surabaya dan Malang

Jayapura, Nokenlive.com—Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua Frits B. Ramandey,S.Sos,.MH mengatakan, sangat kesal dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang di Surabaya dan Malang yang mencederai kehidupan mahasiswa Papua di Kota Study Surabaya dan Malang.

Diskriminasi yang dilakukan Ormas tersebut, menurut UU No 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi dan ras. Dengan demikian maksud hal tersebut memiliki suatu unsur yang harus diproses secara pidana.

“Kalau kita lihat menurut UU No 40 tahun 2008 tersebut, Komnas HAM menjadi pihak yang sangat urgen dan UU tersebut pula memberikan mandat untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksaan UU No 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi dan rasial,”kata Ramandey kepada nokenlive.com di Jayapura, Selasa, (20/8/2019).

Oleh karena itu, dirinya meminta pelaku pemicu konflik yang mengatasnamakan Ormas tersebut harus bertanggungjawab karena peristiwa tersebut merujuk pada UU yang harus dituntut secara pidana.

Terkait peristiwa pencederaian mahasiswa Papua di Surabaya, Presiden, Kapolri dan Gubernur Surabaya meminta maaf dan pihak Polri secara cepat harus melakukan rekonsiliasi dan harus memberikan jaminan bagi mahasiswa di kota study.

“Peristiwa ini jadikan suatu pembelajaran yang baik agar tidak terulang lagi kedepan. Karena yang dialami oleh mahasiswa Papua di beberapa kota study itu sangat disoroti publik. Oleh karena itu, yang terpenting adalah Pemda Papua yang punya asrama di kota study di luar Papua itu wajib memberikan pengawasan, mengecek para penghuni untuk memastikan status mahasiswa/I yang ada dikota study itu,”jelasnya.

Pemerintahan disetiap kota studi pada setiap kabupaten kota harus memberikan perhatian pada mahasiswa/I Papua yang ada disana , karena orang Papua yang diluar Papua itu tidak sebanyak orang Papua yang ada di Papua. Sebab itu, dibutuhkan kearifan oleh pemerintah setempat untuk memeberi perhatian lebih kepada mereka (Mahasiswa Papua) agar bias saling memamahami kultur yang ada.

Peristiwa yang terjadi di Surabaya, Malang dan Makassar itu mencederai mahasiswa Papua dan kehidupanj berbangsa pula toleransi yang selama ini dibangun itu jika dibiarkan maka bisa berimabas luas.

Eksis dari tindakan-tindakan tersebut, kemudian dipersatukan orang Papua untuk mengatakan protesi, maka sangat mengesalkan ketika proses itu berimbas pada sedikit tentang anarkis di Manokwari, Papua Barat.

“Peristiwa yang terjadi ini harus diselesaikan secara hukum. Karena, menurut UU bahwa, barang siapa melakukan tindakan diskriminasi dan rasial maka wajib di proses secara hukum. Sebab itu, Komnas diberi mandat untuk melakukan pengawasan maka dari itu kami minta pemerintah Surabaya dan Malang harus mencari dan proses permasalahan tersebut ,”harapnya.

Menurutnya, kasus Manokwari, Papua Barat tersebut, efek dari peristiwa Surabaya dan Malang. Oleh karena itu, kejadian bakal dijadikan sebagai pembelajaran dan penegakan hukum harus dilakukan karena perbuatan rasialis tersebut bertentangan dengan versi HAM.

“Karena Negara ini punya UU maka harus diproses dan ditegakan untuk demi penegakan HAM dan menjaga toleransi antar warga Negara,”pungkasnya.

Terkait peristiwa di Manokwari, Papua Barat, pihaknya akan mengirim tim di Manokwari, Papua Barat besok Rabu, (21/8) untuk mengumpulkan data dan identifikasi terkait kericuan di Manokwari kemaring.

(Thiand) 

Tags: Demo Rasis Papua
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Polres Mambra Tetapkan Bendahara Gaji Dinas Pendidikan Sebagai DPO

Berita Selanjutnya

DPRD Mambra Gelar Paripurna LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2018

Berita Terkait

Hari Kedua Musrenbang Papua Tengah Fokus Bahas Program Otsus dari Kabupaten
Nasional

Hari Kedua Musrenbang Papua Tengah Fokus Bahas Program Otsus dari Kabupaten

Kolaborasi Jadi Kunci, Papua Genjot Pendidikan Bermutu di Hardiknas 2026
Kabar Daerah

Kolaborasi Jadi Kunci, Papua Genjot Pendidikan Bermutu di Hardiknas 2026

BTM Yakin Persipura Tembus Liga 1 Tanpa Playoff, Syaratnya Wajib Menang di Laga Pamungkas
Kabar Daerah

BTM Yakin Persipura Tembus Liga 1 Tanpa Playoff, Syaratnya Wajib Menang di Laga Pamungkas

Wabup Jayawijaya Beri Teguran Keras: “Stop Mabuk dan Ganja, Sayangi Masa Depan Jayawijaya
Kabar Daerah

Wabup Jayawijaya Beri Teguran Keras: “Stop Mabuk dan Ganja, Sayangi Masa Depan Jayawijaya

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua