WAMENA, nokenlive.com — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H.C. John Tabo dan Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol terus bergerak membantu masyarakat di wilayah pedalaman dan pinggiran delapan kabupaten yang menghadapi kondisi sulit akibat bencana kekeringan, kelaparan, dan hujan es.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui pengumpulan dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, serta sejumlah wilayah di perbatasan Kabupaten Nduga.
Bantuan yang dikumpulkan secara sukarela oleh jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan itu secara resmi dilepas oleh Gubernur John Tabo di Wamena, Kamis (10/9/2026). Bantuan dijadwalkan mulai didistribusikan kepada masyarakat pada Jumat (11/9/2026) melalui jalur udara dan darat.
Bantuan tersebut terdiri atas sayur-mayur, ubi-ubian, mi instan, susu bayi, susu untuk ibu hamil, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya.

Gubernur John Tabo mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.
“Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pada hari ini, tanggal 10 September, kami Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama seluruh PD dan ASN mengumpulkan sumbangan ubi, sayur-mayur, Supermi, susu bayi, susu ibu-ibu hamil. Ini merupakan sumbangan sukarela dari seluruh pegawai negeri yang bekerja di Provinsi Papua Pegunungan,” kata Gubernur.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sekretaris Daerah, para asisten, kepala OPD, serta seluruh ASN yang telah mengambil bagian dalam pengumpulan bantuan tersebut.
“Saya selaku Gubernur menyampaikan terima kasih banyak. Bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat kami yang terkena bencana, bencana kekeringan, kelaparan, dan hujan es di Distrik Kuyawage dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Lanny Jaya serta daerah perbatasan Kabupaten Nduga,” ujarnya.
John Tabo menegaskan, penanganan kondisi darurat di Kuyawage tidak cukup hanya dengan menyalurkan beras. Menurutnya, pemerintah pusat sebelumnya telah memberikan bantuan beras dan masyarakat telah menerimanya. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat juga membutuhkan pangan lokal, terutama sayur-mayur dan umbi-umbian.
Kekeringan dan hujan es telah berdampak terhadap tanaman pangan masyarakat. Tanaman sayur-mayur dan umbi-umbian mengalami kerusakan sehingga ketersediaan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ikut terganggu.
“Pemerintah pusat sudah membantu dalam bentuk beras dan masyarakat sudah menerima. Tetapi di sana membutuhkan sayur-mayur dan makanan lokal seperti ubi-ubian. Karena kekeringan terjadi dan hujan es turun di sana, makanan semua terbakar dan menjadi busuk,” jelasnya.
Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyiapkan dua jalur distribusi, yakni melalui udara menggunakan pesawat MAF dan melalui jalur darat.
Sebagian bantuan akan diterbangkan menggunakan pesawat MAF, sedangkan bantuan lainnya diangkut menggunakan kendaraan darat menuju ujung jalan yang telah dibuka mendekati wilayah Kuyawage.
“Hari ini kami lepas, besok akan diberangkatkan lewat pesawat MAF dan sebagian akan diberangkatkan dengan kendaraan darat,” kata Gubernur.
Menurutnya, akses jalan menuju Kuyawage kini telah dibuka hingga mendekati lokasi tujuan. Di ujung jalan tersebut, masyarakat juga telah menyiapkan posko untuk menerima bantuan.

Pejabat yang ditugaskan antara lain Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Biro Umum, serta unsur penanggulangan bencana.
“Besok Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Biro Umum, dan Kepala Dinas Penanggulangan Bencana akan berangkat. Kami tugaskan untuk membawa bantuan ini. Selanjutnya mereka menyerahkan kepada orang tua kami yang ada di Kuyawage,” ujarnya.
“Semoga bantuan yang sedikit ini menjadi ucapan doa supaya orang tua kami menerima dan menggunakan dengan baik. Jangan lihat dari nilainya, besar atau banyak sedikitnya, tetapi kebersamaan bersama-sama dengan kami,” katanya.
(Tundemin Kogoya – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?