NABIRE, nokenlive.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah mendorong pimpinan agama memperkuat pembinaan mental dan spiritual masyarakat atau umat untuk mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk konsumsi minuman beralkohol, narkoba, aksi begal, hingga konflik.
Ketua FKUB Provinsi Papua Tengah Ignatius Robertus Adii, kepada Noken Live, di Guest House Nabire, Kamis (3/9),mengatakan, pimpinan agama memiliki tanggung jawab besar dalam membangun moral masyarakat karena pembinaan spiritual menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman dan harmonis.
Menurutnya, FKUB menjalankan program dialog secara berkelanjutan dengan berbagai organisasi dan pimpinan agama. Dialog tersebut dilaksanakan sedikitnya satu hingga dua kali dalam setahun untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pimpinan agama tidak bisa terlepas dari pemerintah. Yang lebih dekat adalah pengamanan mental dan spiritual. Kalau moralnya bagus, dia tidak mungkin minum mabuk, begal, narkoba, atau melakukan hal-hal seperti demo yang merusak,” kata Ignatius.
Ia menilai berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini tidak hanya membutuhkan penanganan aparat pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif para pemimpin agama dalam memberikan pendidikan moral kepada umat.
Ignatius menegaskan, FKUB terus memberikan dorongan dan masukan kepada pimpinan agama agar tidak hanya menjalankan tugas pelayanan keagamaan, tetapi ikut mengambil peran dalam menjaga keamanan, ketertiban, toleransi, dan kerukunan masyarakat.
“Kita memberikan dorongan dan masukan bahwa ini penting. Pemerintah bukan hanya sebagai pihak yang datang meminta dukungan atau bantuan, tetapi pemerintah dan pimpinan agama harus berjalan bersama menjaga masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat, sedangkan pimpinan agama memiliki peran strategis membangun kehidupan umat melalui nilai toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama.
Ignatius berharap kekuatan toleransi dan kerukunan yang terus dibangun di Papua Tengah mampu menjadi fondasi bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan, sehingga kehidupan antarumat beragama tetap harmonis.
“Karena kita diberkati Tuhan, tema toleransi dan kerukunan beragama di Papua Tengah ini harus menjadi dasar bagi pimpinan agama untuk menjaga kesejahteraan yang berkelanjutan dan kehidupan yang harmonis,” pungkasnya.
(Vanny Janggo-Redaksi DA)







Apa komentar anda ?