ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, September 3, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Kesbangpol Papua Tengah ajak Pimpinan Agama Perkuat Toleransi

Kesbangpol Papua Tengah ajak Pimpinan Agama Perkuat Toleransi

Oleh : Nokenlive
3 September 2026
Di Papua Tengah
0
Kesbangpol Papua Tengah ajak Pimpinan Agama Perkuat Toleransi

Keterangan foto: Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah - Albertus Adii saat diwawancarai Noken Live, usai membawakan materi pada Temu Kerukunan Pimpinan Agama Papua Tengah, di Guest House Nabire, pada Kamis 3 September 2026.(Noken Live/Vanny Janggo).

NABIRE, Nokenlive.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh pemimpin agama memperkuat toleransi antar umat beragama untuk menjaga kedamaian, ketenteraman, dan keamanan daerah.

Ajakan itu disampaikan Kepala Kesbangpol Papua Tengah Albertus Adii, kepada Noken Live, usai membawakan materi pada Temu Kerukunan Pemimpin Agama bersama FKUB Papua Tengah di Guest House Nabire, pada Kamis, 3 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kehidupan bertoleransi dan kebersamaan lintas agama. Pemerintah melihat pemimpin agama memiliki peran strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan umat.

Melalui pesan keagamaan yang damai, para pemimpin agama dapat membantu mencegah konflik dan menjaga persaudaraan bersama.

“Kami dari Kesbangpol menyampaikan bahwa Papua Tengah harus menjaga toleransi antarumat beragama dan menciptakan situasi damai, aman, serta tertib. Para pemimpin agama dan pihak berkepentingan perlu bersama-sama menjaga kedamaian untuk mendukung visi pemerintah daerah,” katanya.

Albertus menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri menjaga stabilitas sosial. Karena itu pemerintah provinsi mendorong kemitraan bersama pemimpin agama, tokoh gereja, FKUB, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada berbagai kegiatan yang memperkuat persatuan masyarakat Papua Tengah secara nyata.

“Kami berharap para pimpinan agama bersedia menjaga toleransi kehidupan beragama dan bernegara dengan baik. Kami juga berharap mereka memberikan arahan melalui ibadah dan kegiatan keagamaan agar umat terus menjaga kedamaian di Papua Tengah,” ujarnya.

Menurut Albertus, kegiatan lintas agama perlu diperbanyak agar masyarakat semakin sering membangun komunikasi dan kebersamaan. Ruang perjumpaan antar umat dapat memperkuat saling pengertian sekaligus menjadi langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu ketenteraman daerah dan persaudaraan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin membangun mitra dan kerja sama dengan pemerintah serta stakeholder, khususnya para pemimpin agama dan tokoh gereja. Kami berharap kontribusi mereka semakin kuat, terutama dalam
menjaga kedamaian melalui kegiatan lintas agama,” katanya lagi.

Albertus juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dinamika sosial yang terus berubah. Menurutnya, tidak seorang pun dapat memastikan situasi yang terjadi hari ini maupun esok, sehingga kewaspadaan, komunikasi, dan kebersamaan harus terus dipelihara oleh seluruh masyarakat Papua Tengah.

“Kami berharap semua kelompok di Papua Tengah bekerja sama mendukung program pemerintah dalam membangun sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Semua pihak memiliki peran penting untuk menciptakan masyarakat Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Temu kerukunan itu menjadi momentum memperkuat komitmen bersama antara pemerintah dan pemimpin agama. Kesbangpol berharap pesan damai terus disampaikan kepada masyarakat melalui pelayanan, ibadah, serta kegiatan sosial, sehingga toleransi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

(Vanny Janggo/Redaksi)

Tags: Kesbangpol Papua TengahPemprov Papua TengahPimpinan AgamaTolerasnsi
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Kejari Biak Numfor Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Reses DPRD Supiori

Berita Terkait

Pemprov Papua Tengah ajak masyarakat doa dan puasa untuk pemulihan daerah
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah ajak masyarakat doa dan puasa untuk pemulihan daerah

Pemprov Papua Tengah ajak Masyarakat jaga Toleransi dan Kedamaian
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah ajak Masyarakat jaga Toleransi dan Kedamaian

Dinkes Papua Tengah kirim obat Infeksi Kulit ke Puncak Jaya
Papua Tengah

Dinkes Papua Tengah kirim obat Infeksi Kulit ke Puncak Jaya

KADIN Papua Tengah mulai Konsolidasi menuju RAPIMPROV II 2026
Papua Tengah

KADIN Papua Tengah mulai Konsolidasi menuju RAPIMPROV II 2026

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua