NABIRE, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat menjaga toleransi antarumat beragama dan memperkuat persatuan demi menciptakan daerah yang aman, damai, harmonis serta berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Temu Kerukunan Pemimpin Agama Papua Tengah di Guest House Nabire, Kamis (3/9), dengan tema ‘Pimpinan Lintas Agama Bersatu Membangun Papua Tengah yang Cerdas, Sehat, Produktif, Aman, Damai, Harmonis dan Berkelanjutan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Papua Tengah Alanthino Wiay, mengatakan masyarakat memiliki peran penting menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama dan budaya.
“Kami mengimbau masyarakat di seluruh tanah Papua Tengah untuk tetap menjaga toleransi antarumat beragama,” katanya.
Menurutnya, masyarakat perlu membangun sikap saling menghargai dan mendukung pelaksanaan ajaran setiap agama. Pemerintah juga mengajak seluruh pemuka agama terus memberikan teladan kepada umat dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan pemerintah dan pemimpin agama harus terus bekerja sama menjaga situasi daerah tetap kondusif.
“Kita berharap antara pemerintah dan para pemuka agama di Provinsi Papua Tengah terus bekerja sama menjaga kedamaian, terutama dalam mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Papua Tengah juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian bersama menghadapi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi kehidupan sosial. Persatuan dan solidaritas menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat ketika menghadapi bencana maupun situasi darurat.
Pada kesempatan tersebut, ia menambahkan bahwa Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mencanangkan Hari Doa Bersama bagi seluruh kerukunan umat beragama di Papua Tengah, pada Kamis 3 September 2026.
Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat persaudaraan serta mengajak seluruh masyarakat mendoakan kedamaian dan keselamatan daerah.
Pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memicu perpecahan antarkelompok. Sebaliknya, masyarakat diminta mengedepankan komunikasi, menghormati perbedaan keyakinan dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh warga.
“Memang ditetapkan untuk sama-sama kita seluruh umat di Tanah Papua Tengah saling mendukung dalam doa kepada Tuhan, supaya Tuhan berkenan menjauhkan setiap hal yang tidak baik,” ujarnya.
(Vanny Janggo/Redaksi)







Apa komentar anda ?