NABIRE, nokenlive.com — Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Tengah memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pelatihan tata rias wajah bagi 41 anggota.
Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Kesbangpol Papua Tengah, Ny Penina N. Adii, kepada Noken Live di Guest House Nabire, pada Jumat (4/9), mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah awal organisasi membekali perempuan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan untuk membantu ekonomi keluarga.

“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan ekonomi ibu-ibu. Kalau keterampilan ini bisa dikembangkan di rumah, mereka bisa membuka usaha dan membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Penina menjelaskan, peserta pelatihan berasal dari Dharma Wanita Persatuan Provinsi Papua Tengah sebanyak lima orang serta unsur pelaksana yang berada di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, keterampilan tata rias tidak hanya membantu perempuan merias diri secara mandiri, tetapi juga membuka peluang bagi anggota untuk mengembangkan jasa tata rias sebagai kegiatan ekonomi dari rumah.
“Selama ini kalau ada acara besar atau acara keluarga, untuk makeup kita selalu ke salon. Sekarang ibu-ibu ingin tahu bagaimana tata rias wajah yang baik,” ujarnya.
Ia menyebut antusiasme peserta sangat tinggi selama mengikuti pelatihan. Peserta aktif bertanya kepada instruktur dan menunjukkan keinginan untuk menguasai keterampilan yang bisa mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dharma Wanita Kesbangpol Papua Tengah berencana melanjutkan program pemberdayaan dengan berbagai pelatihan keterampilan lainnya, seperti tata boga, pembawa acara atau MC, serta keterampilan mengelola rumah tangga.
“Ke depan mungkin kami akan ganti dengan pelatihan-pelatihan lain. Masih banyak program yang belum kami lakukan untuk memberdayakan ibu-ibu,” jelasnya.
Penina juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku UMKM, khususnya Orang Asli Papua, untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Dharma Wanita sehingga pemberdayaan perempuan dapat berkembang lebih luas.

“Kami sangat menginginkan UMKM Orang Asli Papua. Kalau memang sudah ada, kami akan mengundang mereka untuk melatih ibu-ibu. Itu keinginan kami ke depan,” tegasnya.
Penina berharap seluruh anggota Dharma Wanita Kesbangpol Papua Tengah terus menjaga kekompakan, saling mendukung dan bergandengan tangan menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
(Vanny Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?