NABIRE, nokenlive.com – Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah mendorong keterampilan tata rias berkembang menjadi peluang usaha bagi anggota. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan tata rias wajah di Guest House Nabire.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program kerja Dharma Wanita Persatuan Kesbangpol Papua Tengah untuk meningkatkan keterampilan dan memberdayakan anggota. Peserta mendapat pembelajaran tata rias dari pemateri Windy Salon dalam kegiatan yang berlangsung sehari.
Plh Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Provinsi Papua Tengah, Ny. Risma Viktor Fun, mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Ia menilai keterampilan tata rias memiliki manfaat ganda bagi anggota.

“Ini merupakan salah satu program kerja Dharma Wanita untuk memberdayakan anggota. Saya melihat antusiasme anggota luar biasa dalam mengikuti pelatihan tata rias wajah ini,” kata Risma.
Risma mengatakan keterampilan tata rias tidak hanya membantu anggota meningkatkan kemampuan merawat dan mempercantik diri. Menurutnya, peserta juga dapat mengembangkan keterampilan tersebut menjadi sumber pendapatan apabila memiliki minat untuk menekuninya.
“Kalau memang tata rias menjadi hobi, tidak ada salahnya dikembangkan sehingga bisa mendapatkan pendapatan. Kita bisa mempercantik diri sekaligus mendapatkan ilmu yang dapat dikembangkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan anggota bahwa penampilan bukan satu-satunya ukuran kecantikan. Menurut Risma, perempuan juga perlu membangun kepribadian, meningkatkan keterampilan, dan mampu tampil percaya diri dalam berbagai aktivitas.

“Cantik bukan hanya dari luar, tetapi juga dari pribadi kita. Kalau kita bisa merawat diri dengan baik, semuanya pasti berjalan dengan baik. Keterampilan ini juga dapat dikembangkan untuk kegiatan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Papua Tengah, Albertus Adii, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan itu dapat meningkatkan kreativitas anggota Dharma Wanita sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga.

“Pelatihan ini bukan hanya meningkatkan kreativitas Dharma Wanita, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan. Ilmu yang diperoleh bisa dikembangkan untuk membuka salon atau menyediakan jasa penata rias,” kata Albertus.
Albertus berharap peserta tidak berhenti mempraktikkan keterampilan setelah pelatihan berakhir. Ia mendorong anggota memanfaatkan ilmu tersebut secara produktif sehingga keterampilan tata rias dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
(Vanny Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?