ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Belajar Dua Jam, Orang Tua SD Lentera Harapan Pertanyakan Dinas Pendidikan

Belajar Dua Jam, Orang Tua SD Lentera Harapan Pertanyakan Dinas Pendidikan

Oleh : Nokenlive
4 Agustus 2026
Di Pendidikan
0
Belajar Dua Jam, Orang Tua SD Lentera Harapan Pertanyakan Dinas Pendidikan

Keterangan foto: Koordinator Aksi Damai Orang Tua Murid SD Lentera Harapan Falensias Tungkoye menyampaikan aspirasi kepada Bupati Jayapura Yunus Wonda, dihadapan para orang tua murid yang melakukan aksi damai di Jalan Protokol Abepura-Sentani tepatnya di depan SD Lentera Harapan, pada Selasa 4 Agustus 2026.(Agustina Estevani Janggo'/Nokenlive)

JAYAPURA, Nokenlive.com – Koordinator Aksi Damai Orang Tua Murid SD Lentera Harapan, Falensias Tungkoye, mengungkapkan siswa yang terdampak persoalan hak ulayat tidak hanya kehilangan ruang belajar, tetapi juga harus menjalani proses pendidikan yang dinilai jauh dari layak selama empat bulan terakhir.

Falensias mengatakan siswa kelas VI sebelumnya terpaksa menumpang di SPMA untuk mengikuti ujian, sedangkan pada penerimaan peserta didik baru, proses pendaftaran siswa baru dilakukan di gedung gereja karena sekolah tidak dapat digunakan.

Memasuki tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar kemudian digabung dengan siswa SMP dan SMA Lentera Harapan. Akibat keterbatasan ruang, siswa SD hanya memperoleh waktu belajar sekitar dua jam setiap hari.

“Anak sekolah mana yang belajarnya cuma dua jam? Apakah itu efektif, apalagi bagi anak-anak yang sedang mempersiapkan ujian,” kata Falensias saat menyampaikan aspirasi di hadapan Bupati Jayapura, di Jalan Protokol Abepura-Sentani tepatnya di depan SD Lentera Harapan, pada Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, skema belajar tersebut merupakan kebijakan guru agar proses pendidikan tetap berjalan, bukan solusi yang disiapkan pemerintah daerah. Bahkan, karena ruang belajar merupakan milik SMP dan SMA, muncul keluhan dari orang tua siswa jenjang tersebut karena jam pelajaran anak-anak mereka ikut berkurang.

Falensias mengatakan kondisi itu akhirnya membuat siswa SD kembali dirumahkan selama sepekan terakhir. Ia menilai penggunaan istilah Belajar Dari Rumah (BDR) tidak tepat karena tidak ada keadaan darurat yang mengharuskan pembelajaran dilakukan dari rumah.

“Bagi kami ini bukan BDR. Anak-anak sebenarnya dirumahkan. BDR itu berlaku saat situasi darurat nasional seperti pandemi. Sekarang tidak ada kondisi seperti itu,” ujarnya.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua, Henock Puraro, yang turut menemui massa aksi meminta seluruh pihak tetap mengedepankan dialog dalam penyelesaian persoalan. Ia menegaskan masa depan pendidikan anak-anak harus menjadi kepentingan bersama dan berharap proses administrasi maupun komunikasi antara pemerintah daerah dengan pihak terkait segera menghasilkan solusi.

Keterangan foto: Anggota DPD RI Dapil Papua Henock Puraro, saat menemui para orang tua murid SD Lentera Harapan, yang melakukan Aksi Damai terkait nasib 430 siswa yang terhambat proses belajarnya selama empat bulan akibat pemalangan sekolah, Aksi Damai berlangsung di Jalan Protokol Abepura-Sentani tepatnya depan SD Lentera Harapan, pada Selasa 4 Agustus 2026.(Agustina Estevani Janggo/Nokenlive)

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Jayapura Yunus Wonda mengaku prihatin karena sekitar 430 siswa kehilangan kesempatan belajar secara normal selama hampir empat bulan. Menurutnya, persoalan antara pemerintah dan pemilik hak ulayat tidak boleh mengorbankan hak pendidikan anak.

“Anak-anak harus kita selamatkan. Persoalan dengan pemilik hak ulayat adalah urusan pemerintah. Jangan sampai masa depan mereka menjadi korban,” kata Yunus Wonda.

Keterangan foto: Bupati Jayapura Yunus Wonda menerima aspirasi orang tua murid SD Lentera Harapan, di Jalan Protokol Abepura-Sentani tepatnya di depan SD Lentera Harapan, pada Selasa 4 Agustus 2026.(Agustina Estevani Janggo/Nokenlive).

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Jayapura akan segera mempertemukan seluruh pihak untuk mencari penyelesaian terbaik sekaligus menyiapkan langkah agar seluruh siswa SD Lentera Harapan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secepatnya.

(Agustina Estevani Janggo/Redaksi)

Tags: Aksi Damai Orang Tua Murid SD Lentera HarapanAnggota DPD RIBupati JayapuraPemalangan SD Lantera HarapanYunus Wonda
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pemkot Jayapura Gelar Monev Triwulan II 2026, Realisasi Fisik Capai 60,19 Persen dan Keuangan 32,49 Persen

Berita Selanjutnya

Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Pertanian, Pemkab Puncak Salurkan Bantuan ke Tiga Distrik

Berita Terkait

Bupati Jayapura Janji Cari Solusi Hak Belajar 430 Siswa SD Lentera Harapan
Pendidikan

Bupati Jayapura Janji Cari Solusi Hak Belajar 430 Siswa SD Lentera Harapan

430 Siswa Terancam Putus Sekolah, Orang Tua SD Lentera Harapan Tuntut Hak Belajar Anak
Pendidikan

430 Siswa Terancam Putus Sekolah, Orang Tua SD Lentera Harapan Tuntut Hak Belajar Anak

Terobosan Pendidikan di Papua, SMA YPK Diaspora Hadirkan Kelas Bilingual pada Usia 40 Tahun
Pendidikan

Terobosan Pendidikan di Papua, SMA YPK Diaspora Hadirkan Kelas Bilingual pada Usia 40 Tahun

Penutupan IHT 2026, Kabid SMP Ingatkan SMPN 1 Jayapura Siapkan Kerangka Kerja Menuju Akreditasi “A”
Pendidikan

Penutupan IHT 2026, Kabid SMP Ingatkan SMPN 1 Jayapura Siapkan Kerangka Kerja Menuju Akreditasi “A”

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua