JAYAPURA, NOKENLIVE.com- PSU bukan hanya sekedar Pemungutan Suara Ulang, tetapi ini merupakan ujian demokrasi di papua.
Tekanan yang hadir tanpa serangan, ketimpangan informasi yang menyesatkan, atmosfer yang membuat sebagian rakyat ragu untuk memilih sejarah merdeka merupakan bukti bagaimana demokrasi di uji.
Ditengah suhu politik yang menekani, ditengah bisikan kekuatan-kekuatan tersembunyi yang berusaha menutup suara rakyat, dan mencoba memadamkan nyala demokrasi, tetapi ternyata cahaya rakyat lebih terang, dari intimidasi manapun.
Baca juga: Data Real Count, BTM-CK Unggul 50,72 Persen di PSU Pilkada Papua
Dengan perolehan suara sebanyak 50,72%, atau 256.886 suara, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano-Constant Karma yang di kenal dengan jargon BTM-CK lebih unggul dari Pasangan calon nomor urut 2, Matius Derek Fakiri-Ariyoko Rumaropen (MARI-YO) dengan perolehan suara sebanyak 49,28 % atau 252.507.
Calon Gubernur Papua Nomor Urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) menyebut ini bukti suara rakyat Papua tidak mudah ditundukan. Semangat dan keberanian rakyat Papua Ini adalah kekuatan sejati dari suara rakyat.
Hal ini disampaikan oleh pria yang akrab disapa BTM ini saat menyampaikan pidato kemenangan di Kantor Sekretariat DPD PDIP Papua di Jayapura, Jumat (8/8/2025).
Baca juga: Jubir BTM-CK: Bupati Keerom Diduga Main Curang Intervensi PSU Pilkada Papua
BTM menegaskan bahwa kemenangan ini berdasarkan data tersebut berdasarkan Kamar Hitung Tim Pemenangan BTM-CK dari Direktorat Data dan Survei Tim Pemenangan Daerah BTM-CK telah melaporkan bahwa data C1 salinan yang di miliki oleh setiap saksi BTM-CK di seluruh TPS di provinsi papua telah mencapai 100 persen.
“100 persen data telah masuk dan telah di validasi juga dibandingkan dengan sirekap KPU yang telah terpublish, yang mana perolehan hasil pasangan nomor urut 01 BTM-CK unggul dengan perolehan suara dengan presentasi sebanyak 50,72% dari paslon MARI-YO yang memperoleh suara sebanyak 49,28 persen dengan selisih sebesar 1, persen atau 7.379,” jelasnya.
Mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini pentingnya menjaga integritas. Ia meminta pihak penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu agar bekerja jujur dan adil.
“Suara rakyat adalah amanat rakyat dan bukan sekedar angka. Ini adalah kepercayaan. Jangan pernah gadaikan itu demi tekanan tertentu,” ujar BTM.
Tidak hanya itu, BTM menyatakan, tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga martabat demokrasi. Jangan sampai institusi yang seharusnya melindungi rakyat justru terseret dalam politik.
“rakyat papua telah memilih, tolong hargailah itu. Kami bicara bukan dengan amarah, tapi dengan kesadaran. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan bukti. Bukan juga untuk menjatuhkan tapi untuk mengingatkan,” katanya. (Lisa/Fredik)
Baca juga: Polda Papua: Keberhasilan PSU di Papua Bukti Kerjasama Semua Elemen Masyarakat





Apa komentar anda ?