WAMENA, NOKENLIVE.com – Dewan Perwakilan Daerah komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD I KNPI), Papua Pegunungan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang melalui Wakil Gubernur, Ones Pahabol menggandeng Yayasan Somatua Training Center dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing pemuda di Wamena, wilayah Papua pegunungan, Sabtu (2/8/2025).
Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis terhadap tantangan utama pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama di kalangan generasi muda pencari kerja yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelatihan dan pendidikan vokasi.
“Ketua III DPD I KNPI Papua Pegunungan, Leo Himan, mengatakan bahwa banyak pemuda di Papua Pegunungan hanya terpaku pada pekerjaan formal, seperti PNS atau politik, karena kurangnya pelatihan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Dukung Rekonsiliasi di Jayawijaya, Wagub Papua Pegunungan Serahkan Bantuan Rp1 Miliar
“Kami pemuda, sangat menyambut positif kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Yayasan Somatua Training Center. Ini adalah langkah nyata yang akan meningkatkan kualitas dan kesiapan kerja pemuda Papua Pegunungan,” ujar Leo Himan dalam keterangan tertulis yang diterima Nokenlive.com, Sabtu malam.
Senada dengan itu, Sekretaris DPD I KNPI Papua Pegunungan, Yulans FY Wenda mengungkapkan bahwa Papua Pegunungan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun belum dibarengi dengan kesiapan SDM. Menurut data BPS 2023, tingkat pengangguran di kalangan usia muda masih tergolong tinggi.
“Minimnya akses terhadap pelatihan vokasi membuat pemuda sulit bersaing di pasar kerja. Maka, kerja sama ini adalah langkah konkret dalam menjawab kesenjangan tersebut,” tegas Yulans.
Baca juga: Sriwijaya Air Mendarat Perdana di Wamena, Ukir Sejarah Baru di Papua Pegunungan
Yayasan Somatua Training Center, yang dipimpin oleh Gladiator Maximus Tipagau, memiliki rekam jejak yang kuat dalam menyelenggarakan pelatihan berbasis keterampilan atau vocational training. Pemerintah berharap lembaga ini menjadi mitra strategis dalam menyediakan pelatihan bagi pemuda Papua Pegunungan.
Program pelatihan yang akan ditawarkan meliputi:
- Operator alat berat
- Tukang kayu
- Teknisi listrik
- Tukang bangunan
- Keterampilan kerja lainnya
Baca juga: Wakil Gubernur Papua Pegunungan Pimpin Apel Pagi, Serukan Perdamaian Antar Suku
Selain keterampilan teknis (hard skills), pelatihan juga mencakup penguatan soft skills, antara lain:
- Kedisiplinan
- Kepemimpinan
- Komunikasi
- Etika kerja
Pendekatan ini sejalan dengan Human Capital Theory (Becker, 1993), yang menyebutkan bahwa investasi pada keterampilan SDM akan meningkatkan produktivitas individu dan memperluas peluang kerja.
Kerja sama ini diharapkan dapat mengubah paradigma lama bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui jalur formal seperti PNS atau politik. Pemuda didorong untuk menjadi pribadi mandiri yang siap bersaing dan bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri.
Model kolaborasi ini juga mencerminkan kemitraan publik-swasta (public-private partnership/PPP) yang dinilai efektif oleh World Bank (2020) dalam mempercepat pembangunan SDM di daerah tertinggal.
Baca juga: Prabowo Resmi Lantik Gubernur Papua Pegunungan dan Bangka Belitung di Istana Negara
DPD I KNPI Papua Pegunungan berharap, kemitraan seperti ini dapat menjadi model percontohan yang menginspirasi wilayah lain dalam hal pemberdayaan pemuda.
“Kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Yayasan Somatua Training Center merupakan langkah konkret dan strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, produktif, dan berdaya saing. Ke depan, diharapkan program ini terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan bagi kemajuan Papua,” tutup Yulans. (Hubertus Gobai/Fredik).





Apa komentar anda ?