WAMENA, NOKENLIVE.com- Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk mendukung kegiatan Rekonsiliasi Daerah Kabupaten Jayawijaya yang berlangsung pada 30 Juni 2025.
Bantuan tersebut disalurkan kepada panitia penyelenggara sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan perdamaian dan persatuan lintas komunitas di Papua Pegunungan.
Kegiatan rekonsiliasi yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini juga menjadi bagian dari refleksi 100 hari kepemimpinan Bupati Jayawijaya, Atenius Murib dan Wakil Bupati, Ronny Elopere dalam periode kerja mereka.
Baca juga: Sriwijaya Air Mendarat Perdana di Wamena, Ukir Sejarah Baru di Papua Pegunungan
Momen ini sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban moral dan spiritual atas langkah awal pemerintahan mereka dalam membangun keharmonisan sosial dan kerukunan antar umat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur, Ones Pahabol menekankan pentingnya nilai spiritual dalam proses rekonsiliasi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
“Rekonsiliasi bukan hanya soal perdamaian. Ini tentang membangun kembali kepercayaan antarkelompok, menghargai keberagaman, dan merajut persatuan demi masa depan Papua Pegunungan yang lebih damai dan bermartabat,” ungkapnya.
Baca juga: Wakil Gubernur Papua Pegunungan Pimpin Apel Pagi, Serukan Perdamaian Antar Suku
Pahabol menyampaikan, Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo memberikan dukungan penuh, walaupun tidak dapat hadir secara langsung.
Dia menambahkan bahwa dua hari khusus telah disiapkan oleh pemerintah provinsi untuk meresapi nilai-nilai keilahian dalam pelaksanaan rekonsiliasi.
“Lebih baik satu hari di rumah Tuhan daripada seribu hari di luar rumah Tuhan,” ucapnya disambut hangat oleh jemaat.
Baca juga: Papua Pegunungan Genjot PAD, Hadapi Tantangan Pembangunan dan Kemandirian Daerah
Sementara itu, Bupati Jayawijaya, Atenius Murib menjelaskan, kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai titik awal pemulihan hubungan sosial di Jayawijaya.
“Rekonsiliasi dalam konteks pengakuan kesalahan adalah proses penting untuk memulihkan hubungan yang rusak dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Murib menegaskan, rekonsiliasi harus dilakukan secara menyeluruh—dari diri sendiri, antar sesama, dan yang paling utama, dengan Tuhan.
Baca juga: Transparansi dan Reformasi Hukum: Papua Pegunungan Serius Benahi Tata Kelola dan Regulasi Daerah
“Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung langkah kepemimpinan lima tahun ke depan yang berlandaskan nilai kejujuran, pengampunan, dan kasih,” katanya sembari mengajak.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam membangun kembali kepercayaan dan solidaritas lintas etnis, agama, dan kelompok di Jayawijaya serta mewujudkan masyarakat yang saling menghargai dalam bingkai damai. (Redaksi NL/Fredik)





Apa komentar anda ?