MAPPI, NOKENLIVE.com- Curah hujan yang tinggi, menyebabkan bencana banjir melanda sejumlah lokasi yang ada di ibu Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, Senin (21/7/2025). Akibatnya, ada ratusan warga yang terkena dampak dari banjir tersebut.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Mappi Komisaris Polisi (Kompol), Suparmin mengatakan, untuk mengantisipasi bencana banjir ini, Polres Mappi bergerak bersama unsur terkait, baik TNI dan Pemda Mappi bergerak cepat dalam penanganan bencana darurat, dengan melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak langsung banjir.
“Telah terjadi bencana banjir, lantaran curah hujan yang tinggi, sehingga ratusan warga yang terendam banjir, sehingga kami telah lakukan evakuasi ke area yang lebih aman,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Nokenlive.com, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Satgas OMPC Polda Papua Apel Pengamanan Pemungutan Suara Pilkada 2024 di Papua Selatan
Dari data yang dihimpun Nokenlive.com dari Polres Mappi, menunjukkan bahwa musibah banjir ini telah merendam sekitar 80 rumah warga, dengan jumlah korban yang mengungsi mencapai 233 orang.
Suparmin menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi selama kurang lebih tiga minggu terakhir menjadi pemicu utama meluapnya rawa dan sungai.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan rawa dan sungai meluap, merendam pemukiman warga yang berada di pinggiran sungai dan rawa,” jelasnya.
Baca juga: Polres Mappi Polda Papua Lakukan Penyelidikan Terkait Pembakaran Kantor BKPSDM Kab. Mappi
Sebagai langkah penanganan, Polres Mappi telah bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi, melalui dinas terkait, guna melakukan evakuasi dan penanganan secara cepat dan tepat sasaran kepada warga yang terendam banjir.
Upaya kolaboratif ini difokuskan pada evakuasi warga terdampak banjir ke lokasi penampungan sementara, yaitu Aula Kodim 1704/Mappi dan Gedung Gor.
“Hingga tadi malam, kami bersama TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mappi masih terus melakukan evakuasi terhadap masyarakat korban banjir ke tempat penampungan sementara, guna mengantisipasi terjadinya korban jiwa,” ujarnya Suparmin.
Baca juga: IRONI KOTA SEJUTA RAWA KUSTA MASIH ADA (Kab. Mappi) DIANGGAP PENYAKIT BIASA TIDAK MENULAR
Kapolres Suparmin menambahkan, pendataan masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah apabila curah hujan masih tinggi.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak banjir, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tutupnya. (Rilis/Redaksi NL/Fredik)





Apa komentar anda ?