
Jayapura, Nokenlive
Bupati Elvis Tabuni geram dengan aksi yang mengaku mahasiswa asal Kabupaten Puncak se-Indonesia yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPRD dan Pemerintah setempat atas penanganan pengungsian ratusan warga yang ketakutan dengan kehadiran aparat militer diwilayah tersebut.
Aksi yang dilakukan para mahasiswa tersebut menimbulkan kegaduhan tanpa melihat kenyataan langsung dilapangan. “Saya minta mahasiswa datang lihat langsung apa yang sudah pemerintah lakukan, pemerintah dan DPRD sudah melakukan sejumlah langkah penanganan termasuk pengiriman logistik di beberapa titik pengungsian”, pungkasnya pada pertemuan bersama awak media di Kota Jayapura pada Jumat, (22/5).
Bupati Puncak melanjutkan pernyataan mosi tidak percaya yang dibuat mahasiswa tersebut tidak jelas arahnya. “Kami sudah jalan sesuai mekanisme, kelompok mahasiswa ini tidak jelas, jangan bicara kalau tidak tahu, saya wakil dan sekda juga opd adalah anak-anak dari Puncak tidak mungkin kita biarkan masyarakat begitu saja”, tegasnya.
Menurut Bupati pihaknya telah membangun komunikasi dengan Dandim serta sejumlah pihak yang berkewenangan guna mengatasi persoalan masyarakat yang mengungsi tersebut.
Ancam Hentikan Beasiswa
Sementara itu Bupati secara tegas mengancam untuk menghentikan beasiswa mahasiswa Puncak se-Indonesia.
Dia mengatakan menjadi salah satu tokoh yang mendorong keberadaan beasiswa untuk mahasiswa asal Kabupaten Puncak pada era kepemimpinan sebelumnya. “Sekarang saya Bupati Kepala Daerah pengambil keputusan, bisa hentikan seluruh beasiswa mahasiswa Puncak se-Indonesia kalau kalian terus sebarkan informasi yang tidak benar”, ujarnya.
Dirinya meminta agar kelompok mahasiswa asal Puncak mencabut pernyataan terkait mosi tersebut dan tidak menimbulkan kegaduhan ditengah upaya yang sementara masih dijalankan oleh pemerintahan setempat dalam mencari solusi terbaik.
Untuk diketahui sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Puncak mengeluarkan pernyataan mosi tidak percaya kepada DPRD dan Pemerintah setempat atas keberadaan aparat militer yang mengakibatkan masyarakat sipil diwilayah Pogoma dan Sinak Barat memilih meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke sejumlah lokasi. (Fibra)




Apa komentar anda ?