JAYAWIJAYA, Nokenlive.Com – Penjabat Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Tonny Mayor mengajak aparatur sipil negara (ASN) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tidak menggurui masyarakat di kampung-kampung.
Pada Kegiatan Seminar Pengembangan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya di Wamena, Senin,(1/7) Tonny mengatakan koordinasi dan komunikasi harus diutamakan, terutama ketika pemerintah hendak meluncurkan program-program ke masyarakata di kampung, agar mereka tidak menolak.
“Kita pemerintah jangan menodong masyarakat. Jangan beranggapan kita pemerintah lebih tinggi jadi tidak mau dengar masyarakat yang ada di kampung-kampung,” katanya.
Ia mengatakan dengan komunikasi yang baik, seluruh kegiatan yang dimaksudkan untuk kesejahteran masyarakat bisa diterima dengan baik atau tidak mendapat penolakan.
“Dengan koordinasi, semua keputusan bisa kita buat bersama, untung rugi kita tangani bersama dan tidak perlu saling lempar kesalahan,” katanya.
Pada kesempatan itu Tonny mengajak pejabat dinas periwisata untuk berdiskusi dengan pemilik ulayat atau pengelola objek wisata agar menetapkan standar tarif kunjungan ke objek wisata. Sebab, beberapa laporan yang masuk ke pemerintah, menyebutkan bahwa beberapa wisatawan resah dengan tarif yang terlalu besar.
“Yang saya tegaskan, ke depan kita harus melihat standarisasi harga orang masuk ke objek wisata. Ini dinas pariwisata yang tahu secara teknis,” katanya.
Sekda Jayawijaya ini mengharapkan dari seminar tersebut, pemerintah bisa menerima masukkan positif untuk penataan objek wisata di Jayawijaya yang lebih baik.
“Kita pemerintah juga harus bisa menerima kritik, masukkan baik. Orang yang tidak mau menerima masukkan, kritik berarti orang yang tidak mau maju,” katanya.
Penulis: Fritson Yewun
Editor: Linda





Apa komentar anda ?