
NABIRE, Nokenlive
KPU Provinsi Papua Tengah membenarkan adanya kejadian surat suara, hingga kotak suara di bongkar, di rusak dan di bakar. Namun dirinya menjelaskan bahwa apa yang menjadi penyebab kejadian tersebut tidak semuanya benar.
Ketua KPU Provinsi Papua Tengah Jennifer Darling Tabuni mengatakan kejadian yang terjadi di beberapa distrik di kabupaten Paniai, murni disebabkan karena kurangnya informasi dan komunikasi terkait logistik pemilu. Sehingga timbul nya kecurigaan di masyarakat.
“Informasi yang beredar di masyarakat bahwa form C adalah palsu, itu tidak benar. pemilu 2024 tidak lagi berhologram melainkan barcode. Tidak seperti pemilu 2014 dan 2019″. Jelasnya.
Jennifer berharap masyarakat di Paniai tidak termakan oleh informasi menyesatkan yang tidak bertanggungjawab. Dirinya pun meminta pihak keamanan agar mengambil tindakan tegas terhadap aktor-aktor yang membagikan informasi tidak benar sehingga menimbulkan kemarahan masyarakat.
” Kami harap pihak kepolisian ambil tindakan tegas. Aktor-aktor yang membagikan informasi tidak benar dan membuat masyarakat marah atau tidak percaya terhadap penyelenggara pemilu. Mereka harus tanggung jawab perbuatan mereka”. Ucapnya.
Kejadian yang terjadi pada beberapa distrik di Kabupaten Paniai, murni karena kurangnya komunikasi dan informasi terkait logistik pemilu. Hal ini menyebabkan timbulnya kecurigaan di masyarakat sehingga terjadi peristiwa pembongkaran, pembuangan hingga pembakaran logistik pemilu di wilayah itu.
Lebih lanjut Octovianus Takimai selaku Komisioner KPU Divisi Sosialisasi dan SDM, menyampaikan permohonan maaf lantaran pihaknya tak langsung menyampaikan tanggapan kepada awak media terkait beredarnya informasi berupa video maupun foto kejadian pembongkaran, pembuangan, hingga pembakaran logistik pemilu pada Senin, 13 Februari 2024 pada sejumlah distrik Kabupaten Paniai.
Octovianus mengatakan bahwa persiapan seluruh logistik sudah berjalan dengan baik hingga proses distribusi ke seluruh distrik di Paniai.
Ia mengungkapkan, persoalan yang terjadi lantaran adanya informasi yang kurang lengkap kepada penyelenggara bawah, sehingga informasi beredar di masyarakat terkait tidak-adanya formulir Model C.HASIL.
“Perlu kami sampaikan bahwa, kami sudah memastikan seluruh proses pengepakan dan sortir, C.HASIL itu ada pada kotak. Jadi persoalannya adalah persoalan misinformasi, disinformasi. Sehingga kecurigaan itu muncul, dan kemudian untuk memastikan itu sehingga ada pembongkaran-pembongkaran kotak suara kemarin, dan itu sudah kami koordinasikan dengan teman-teman di Paniai,” jelas Octovianus.
Sementara itu terkait pembakaran kantor distrik di Baya Biru, Ia mengatakan itu juga sama persoalannya, yakni miskomunikasi antara data wilayah yang masuk ke Kemendagri dan data dari Kemendagri yang masuk ke KPU, sehingga ada data yang kurang sinkron.
“Kami menggunakan data yang dikeluarkan dari Kemendagri, sementara ada pemekaran-pemekaran yang mungkin dalam proses, sehingga itu tidak tercover,” katanya.
Meski begitu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Paniai dan optimis pelaksanaan pemungutan suara besok, 14 Februari 2024, tetap akan terlaksana.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Bawaslu Papua Tengah, Markus Madai, menjelaskan bahwa hasil pengawasan yang dilakukan terkait kejadian pembakaran
logistik pemilu di Distrik Kebo dan pembakaran kantor distrik di Baya Biru yang juga berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu, pihaknya pun menyatakan bahwa kejadian-kejadian itu disebabkan karena adanya miskomunikasi antara penyelenggara bawah dengan masyarakat.
“Di (Distrik) Kebo C.HASIL-nya hilang, itu kita
sudah koordinasi dengan rekan-rekan kami di Bawaslu kabupaten dengan di pengawas tingkat distrik di Kabupaten Paniai. Bawaslu kabupaten akan membuat form pengawasan dan disampaikan ke kami Bawaslu provinsi, dan juga Bawaslu provinsi akan teruskan ke Bawaslu RI,” jelas Markus Madai.
“Dan juga didalam form pengawasan dilampirkan kronologi kejadian ditempat pembakaran, karena dihilangkan C.HASIL-nya,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Forkopimda, Bawaslu bersama KPU akan turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan lebih detail terkait peristiwa pembakaran logistik pemilu.
Untuk diketahui bersama sebelumnya telah beredar video dan foto logistik Pemilu 2024 berupa kotak hingga surat suara di beberapa Distrik di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, pada Senin 12 Februari 2024, dibuang, dirusak dan juga dibakar.
(Lisa)




Apa komentar anda ?